Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pentingnya Bangunan Penyimpanan Benih

Pentingnya Bangunan Penyimpanan Benih - Karena sistem penyimpanan yang tidak tepat, sejumlah besar benih menjadi tidak berguna setiap tahunnya. Benih harus disimpan dalam keadaan kering dan dijaga agar tetap kering. Seperti telah disinggung sebelumnya, masa hidup benih sangat dipengaruhi kadar air benih dan suhu penyimpanan (Wheeler dan Hill dalam Justice dan Bass, 2002). Pentingnya bangunan penyimpanan benih menurut Justice dan Bass (2002) Karena beberapa alasan diantaranya:

Bangunan penyimpanan benih

Melindungi Benih Terhadap Air

Air hujan dan uap air yang berasal dari tanah atau sumber air lainnya tidak boleh dibiarkan mengenai benih, sebab dapat meningkatkan kadar air benih. Kadar air benih yang tinggi akan meningkatkan respirasi benih, suhu penyimpanan, pertumbuhan cendawan, dan kerapkali menimbulkan perkecambahan di penyimpanan yang kesemuanya mengakibatkan penurunan kualitas benih. 

Atap dan dinding bangunan penyimpanan benih harus bebas dari lubang-lubang dan retakan yang memungkinkan masuknya air hujan. Lubang atau  retakan pada dinding atau atap kayu harus ditutup  semua baut dan sekrup pada bangunan yang terbuat dari logam harus memiliki karet penjepit, terutama yang terdapat pada bagian atap.  

Karena uap air tanah dapat diserap benih dengan mudah jika berhubungan dengan benihnya, maka semua bangunan penyimpanan benih harus berlantai kedap air. Lantai yang terbuat dari kayu harus dinaikkan di atas tanah, dan lantai yang terbuat dari semen harus dilapisi penghalang uap air di bagian bawahnya. Lantai yang terbuat dari logam, biasanya impermeable terhadap air, tetapi segera akan menjadi berkarat bila dibiarkan terus menerus lembab.

Melindungi Benih Terhadap Kontaminasi

Setiap lot benih harus disimpan terpisah dari lot lainnya, karena setiap kultivar benih dari berbagai jenis tanaman tidak mudah dibedakan satu dengan lainnya, dan karena ada beberapa benih yang sulit untuk dipisahkan satu dengan lainnya.

Bangunan  penyimpanan harus dibangun untuk melindungi benih dari kemungkinan mengalami kontaminasi. Pada sistem penyimpanan curah (bulk), setiap satu bin harus diperuntukkan bagi satu macam kultivar saja. Pada penyimpanan dalam karung, setiap kultivar harus disusun dalam tumpukan karung yang terpisah.

Benih dapat juga disimpan dalam kotak-kotak.  Kotak dan tumpukan karung sebaiknya ditumpuk di atas alas kayu agar dapat dipindah-pindahkan dengan mudah dengan menggunakan garpu pemindah (forklift).  Karung, kotak, dan bin, semuanya harus diberi label dengan cermat dan jelas.

Memberikan Perlindungan Terhadap Tikus

Kemungkinan masuknya tikus ke dalam bangunan penyimpanan harus diwaspadai sebab bila gudang penyimpanan benih kurang kedap terhadap tikus, kita akan mudah kehilangan sejumlah besar benih. Bangunan yang terbuat dari bahan logam atau semen biasanya cukup kedap terhadap tikus.  Bila terpelihara dengan baik, dapat juga dibangun bangunan dari kayu yang kedap terhadap tikus. Bin yang terbuat dari logam dengan tutup rapat dapat melindungi benih dari gangguan tikus, dan karung kain dapat pula diberi perlakuan tertentu agar tikus jera mendekatinya.  

Memberikan Perlindungan Terhadap  Serangga

Meski serangga bukan merupakan  masalah utama pada beberapa jenis benih, namun penyimpanan yang baik harus dibangun sedemikian rupa sehingga setiap saat, bila diperlukan, dapat  dilakukan fimigasi pada setiap bagian atau keseluruhannya untuk mengendalikan serangga.

Masalah yang ditimbulkan serangga dapat ditekan hingga ke tingkat minimum dengan cara membersihkan bangunan secara menyeluruh dan memfumigasi bin setiap kali berada dalam keadaan kosong.  

Karung atau kotak tempat menyimpan harus dijaga agar selalu bebas dari ceceran benih atau kulit sekam.  Kebersihan akan mengurangi tempat berkembang-biaknya serangga, sehingga membantu mengendalikan serangga.

Memberi Perlindungan Terhadap Cendawan

Cendawan penyimpanan dapat menimbulkan kerusakan berat pada benih simpan pada keadaan tertentu. Bangunan penyimpanan haruslah kering dan dingin karena kondisi yang disenangi cendawan untuk pertumbuhannya adalah kondisi yang hangat dan lembab.  

Kerusakan karena cendawan penyimpanan dapat ditekan serendah mungkin dengan cara mengeringkan benih sehingga berkadar air yang aman untuk penyimpanan.  Biasanya lebih rendah dari 12%, lalu menyimpannya pada kondisi kering. 

Pada bangunan yang terbuat dari logam, terutama bangunan yang terbuat dari baja, kadangkala penting untuk diberi ventilasi agar dapat mencegah terakumulasinya uap air yang pindah dari bagian lain. Perbedaan suhu dapat menyebabkan uap air bergerak dari daerah yang lebih hangat ke daerah yang lebih dingin dalam satu bin, biasanya ke permukaan yang lebih atas. Pergerakan uap air akan menimbulkan kondisi yang menguntungkan untuk pertumbuhan cendawan.

Benih dapat diberi berbagai perlakuan bahan kimia untuk mengendalikan cendawan. Fungisida digunakan secara rutin pada berbagai jenis benih. Perlakuan ini merupakan bagian dari proses pengolahan benih tetapi fungisida tersebut biasanya untuk mengendalikan cendawan tanah, sehingga mungkin tidak dapat mengendalikan cendawan penyimpanan.

Memberikan Perlindungan Terhadap Kebakaran

Bahaya akan kebakaran paling besar kemungkinannya terjadi pada bangunan yang terbuat dari kayu.  Tetapi kayu dapat diberi perlakuan bahan kimia untuk memperlambat proses kebakaran. Bahaya kebakaran pada bangunan kayu dapat dikurangi dengan menerapkan kebersihan, baik di dalam maupun  di sekitar bangunan.  

Semua bangunan penyimpanan benih, terutama tempat pengolahan harus dilengkapi stop kontak dan tombol listrik khusu yang kedap debu dan kedap percikan api. Hal ini dapat menurunkan kemungkinan terjadinya kebakaran akibat arus listrik.  Semua kabel harus tahan terhadap gigitan tikus. 

Meski bangunan yang terbuat dari logam dan semen lebih tahan terhadap kebakaran, namun tindakan pencegahan pada system kabel listik yang sama, seperti pada bangunan yang terbuat dari kayu, harus pula diterapkan.  Karena, ledakan atau kebakaran mungkin saja terjadi akibat percikan listrik.  

Bangunan dengan sifat-sifat umum seperti disebutkan di atas mampu melindungi hampir pada semua jenis benih, paling tidak dari saat panen hingga musim penanaman berikutnya, kecuali pada tempat-tempat yang bersuhu dan kelembaban nisbi sangat tinggi. Pada daerah yang demikian, dibutuhkan tindakan pencegahan tambahan, seperti pengendalian suhu dan kelembaban, agar kualitas benih dapat dipertahankan selama penyimpanan.




Daftar Pustaka :

Justice, O.L. dan Bass, L.N. 2002. Prinsip & Praktek Penyimpanan Benih. PT RajaGrafindo Persada. Jakarta.

2 comments for "Pentingnya Bangunan Penyimpanan Benih"