>

Pentingnya Teknik Low Stress Cattle Handling Pada Sapi

Pentingnya Teknik Low Stress Cattle Handling Pada Sapi
Hallo sahabat Agribisnis Agrokompleks, Pada kesempatan ini kami akan memberikan informasi tentang Pentingnya Teknik Low Stress Cattle Handling Pada Sapi, mudah-mudahan isi postingan Artikel Peternakan, bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian.

Baca juga


Pentingnya Teknik Low Stress Cattle Handling Pada Sapi - Stres pada hewan ternak terutama sapi dapat mengakibatkan berbagai macam kerugian. Selain susahnya dalam penanganan sapi untuk tujuan tertentu, stres juga dapat menyebabkan rendahnnya produktivitas sapi.
Pentingnya Teknik Low Stress Cattle Handling Pada Sapi

Seperti rendahnya pertambahan berat badan (low average daily gain), rendahnya produksi susu (low milk yields), rendahnya rasio konsepsi (low conception rate), kualitas daging jelek (dark cutters), meningkatkan kematian sebelum sapih (pre-weaning mortalities) dan sapi cenderung mudah terserang penyakit. 

Stres pada sapi dapat terjadi apabila lingkungan mereka terganggu oleh beberapa faktor penyebabnya (stressor) sehingga mereka dalam kondisi tidak stabil dan membuat kinerja mereka tidak efisien dan efektif. 

Oleh karena itu, pemahaman terhadap teknik dan metode penanganan pada ternak sapi perlu diperhatikan untuk meminimalkan akibat tersebut.

Penerapan teknik penanganan sapi (handling) dengan meminimalkan stres yang ditimbulkan sangat penting karena akan memudahkan peternak (handler). 

Dengan teknik ini, ternak akan sangat mudah untuk ditangani atau di handling sehingga dapat berjalan sesuai keinginan kita sehingga sapi menjadi sangat produktif dan meningkatkan kinerja (perormances) mereka.

Prinsip Tingkah Laku (Behaviour Principles for Handling)

Hal mendasar yang perlu diketahui yaitu pemahaman terhadap tingkah laku dan sifat alami sapi. Penerapan sistem penanganan hewan ternak rendah stres didasarkan pada pengetahuan terhadap sifat alami mereka yaitu flight zone (zona aman), area penglihatan sapi (field of vision) dan titik keseimbangan (point of balance). 

Memahami sifat-sifat alami dan tingkah laku tersebut sangat penting dalam mengurangi stres dalam proses penanganan ternak saat menggerakkan, memberhentikan maupun menggiring mereka ke suatu tempat.

Zona Aman (Flight Zone)

Flight zone merupakan area "aman" bagi sapi dari segala jenis predator potensial termasuk manusia yang apabila kita menyentuh atau memasuki area tersebut, maka sapi akan memberikan reaksi dan perilaku menghindar untuk dapat menjaga jarak dengan predatornya, meskipun pada beberapa kasus justru dapat menyerang predatornya. Sehingga teknik ini dapat digunakan untuk menggerakkan sapi maju/mundur atau berbalik arah.

Ukuran luas area flight zone berbeda-beda tergantung individu. Sapi yang sering kontak dengan manusia seperti sapi perah atau sapi yang dipelihara secara intensif dalam sebuah farm, biasanya memiliki area flight zone yang lebih sempit dibandingkan dengan sapi yang diumbar dalam sebuah padang rumput. Hal ini dikarenakan manusia sering menyentuh area tersebut sehingga sapi sudah mulai terbiasa dengan manusia. 

Faktor lain yang mempengaruhi luas area flight zone yaitu kondisi kesehatan sapi. Sapi yang sakit biasanya memiliki flight zone yang lebih sempit, terlebih pada sapi yang sakitnya sudah parah. 

Faktor genetik juga berperan penting, pada jenis bangsa sapi tertentu, sapi cenderung memiliki tempramen yang kurang baik dan mudah stres.

Titik Keseimbangan (Point of Balance)

Titik keseimbangan pada sapi terletak pada bahunya. Sapi akan bergerak maju apabila kita (handler) berada di belakang bahunya dan akan berjalan mundur apabila kita berada di depan bahunya. 

Orang yang menangani (handler) sapi dalam sistem ini harus mengetahui bahwa kita harus berada di belakang dan tidak selalu berdiri berada di dalam area flight zone saat sapi menunggu di jalur. Sapi akan cenderung tenang dan diam menunggu apabila kita mundur ke belakang dan tidak terlihat oleh sapi.

Kesalahan dalam pemahaman ini, akan membuat sapi tidak mau maju, justru mundur dan membuat stres. Banyak handlers yang melakukan kesalahan ini terutama yang bekerja dalam sebuah sistem chute, yaitu kita selalu berdiri berada di depan titik keseimbangan mereka saat berusaha membuat sapi bergerak maju. 

Apabila sapi dapat bergerak maju dengan sendirinya karena mengkuti sapi di depannya, sebaiknya kita biarkan dia tanpa harus memberikan tekanan.

Area Penglihatan (Field of Vision)

Sapi dapat melihat area disekitarnya hampir 90%. Salah satu area yang tidak dapat dilihat sapi adalah titik butanya (blind spot) yang berada tepat di belakang tubuh sapi. 

Kesalahan umum yang dilakukan handler yaitu berada tepat di titik buta sehingga sapi tidak dapat melihat handler dengan jelas. 

Hal ini menyebabkan sapi berhenti dan menoleh ke belakang untuk dapat melihat kita. Pada beberapa kasus, sapi dapat menjadi kaget apabila melihat kita secara tiba-tiba dan hal tersebut dapat membahayakan kita. 

Teknik dalam penggiringan sapi dalam sebuah kelompok sangat mudah apabila memperhatikan faktor ini. Saat kelompok sapi (herd) berjalan, mereka menjaga penglihatan visual mereka satu sama lain untuk menjaga kelompok sapi tetap dalam posisi stabil. 

Dalam sebuah kelompok sapi, terdapat ketua regu (leader) sapi yang berada di depan dan yang lain akan mengikutinya. Sehingga yang harus kita lakukan adalah menunjuk ketua regu sapi tersebut sehingga akan memudahkan dalam penanganan anggota kelompok sapi yang lainnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan

Untuk menghindari beberapa masalah yang dapat terjadi pada saat penanganan ternak (handling problem), yang pertama dilakukan adalah mempelajari perilaku dan sifat sapi, kemudian melihat beberapa sumber daya dan fasilitas kandang yang ada. 

Berikut merupakan beberapa fasilitas kandang yang harus  diperhatikan untuk mengurangi stres saat meng-handle sapi:
  • Lihat fasilitas kandang. Kandang harus disesuaikan dengan sapi, tidak membahayakan dan memudahkan saat handling. Begitu juga dengan cattle chute harus sesuai dengan prinsip animal behavior dan animal welfare.
  • Titik gelap pada chute juga dapat membuat sapi takut untuk masuk ataupun pindah menuju tempat yang lebih gelap.
  • Terlalu banyak jumlah sapi dalam sebuah kandang pen sehingga sapi tidak leluasa bergerak dan meningkatkan stres.
  • Handlers menakut-nakuti sapi karena ketidak pahamannya dalam meng-handle ternak.
  • Ada sesuatu/benda asing yang membuat sapi berhenti berjalan. Misalnya terdapat genangan air di depannya, sehingga sapi enggan untuk melintasi daerah tersebut. Apabila kondisi jalan berlubang, sapi juga akan menghindarinya.
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Pentingnya Teknik Low Stress Cattle Handling Pada Sapi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel