>

Menjaga Kualitas Pepaya Setelah Panen

Menjaga Kualitas Pepaya Setelah Panen
Hallo sahabat Agribisnis Agrokompleks, Pada kesempatan ini kami akan memberikan informasi tentang Menjaga Kualitas Pepaya Setelah Panen, mudah-mudahan isi postingan Artikel Pertanian, bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian.

Baca juga


Menjaga Kualitas Pepaya - Salah satu produk hortikultura yang merupakan bahan makanan cukup murah dan dapat dijangkau oleh semua pihak adalah pepaya. 
Menjaga Kualitas Pepaya Setelah Panen

Jenis buah tersebut dan mudah dicari merupakan tanaman serbaguna yang buahnya dimanfaatkan sebagai buah dan disantap sesudah makan, mempunyai gizi yang tinggi dan banyak dikonsumsi masyarakat. 

Pepaya matang mengandung vitamin A, vitamin C, kadar serat mineral kalium dan natrium. Akan tetapi buah pepaya mudah sekali mengalami kerusakan dan penurunan kualitas. 

Sedangkan factor penyebabnya diantaranya cara panen yang kurang tepat, penanganan buah dari kebun ketempat pengemasan dan adanya infeksi buah oleh mikroorganisme. 

Oleh karena itu agar kwalitas buah pepaya dapat dipertahankan dengan baik, diperlukan penanganan pasca panen yang baik mengikuti prinsip-prinsip Goog Handling Practices (GHP) sebagai beriktu.

Panen

Panen merupakan upaya untuk mendapatkan buah terbaik yang sesuai dengan standar mutu dan tujuan pasar. Untuk itu diperlukan upaya penanganan panen yang baik dengan sarana yang memadai seperti sarung tangan kain, alat bantu petik (gunting, pisau atau galah), bantalan kertas dan keranjang panen agar buah tidak mengalami kerusakan seperti tergores, terbanting dan lainnya.

Pengumpulan, Penyejukan dan Pengangkutan

Pengumpulan dan penyejukan (precooling) adalah kegiatan melokalisasi buah hasil panen dilokasi panen yang bersifat sementara sebelum dilakukan pengangkutan. 

Proses precooling diperlukan untuk membuang panas lapang sebelum buah diangkut menuju bangsal pasca panen. Sarana pasca panen yang diperlukan pada tahap ini adalah tempat yang teduh, alas (daun, terpal atau plastic), keranjang panen dan alat pengangkut (gerobak dorong, sepeda atau mobil).

Sortasi

Sortasi bertujuan untuk memisahkan papaya yang mutunya baik dengan yang kurang baik. Sarana pasca panen yang diperlukan pada tahap ini adalah sarung tangan kain, tempat sortasi (lantai beralas atau meja sortasi) dan tempat sampah.

Pencucian

Pencucian dilakukan untuk memperoleh produk papaya yang bersih dan memenuhi standar, membuat penampilan agar lebih baik dan membekukan getah agar mudah terlepas dari kulit. 

Sarana pasca panen yang diperlukan pada tahap ini adalah sarung tangan karet, lap, kain, bahan pembersih untuk pangan, ember atau bak dan tempat penirisan yang dapat dilengkapi kipas angin.

Pengkelasan atau Grading

Pengkelasan adalah kegiatan mengelompokan buah papaya berdasarkan kriteria mutu yang ditentukan. Kegiatan pengkelasan untuk membedakan mutu atau kualitas papaya yang dihasilkan dengan merujuk pada standar atau persyaratan tertentu. 

Pengkelasan berdasarkan permintaan pasar, bobot atau ukuran buah. Salah satu standar kelas mutu pepaya yang telah dibakukan adalah SNI (Standar nasional Indonesia) papaya 4230-2009. Sarana pasca panen yang diperlukan pada tahap ini adalah timbangan dan tempat (lantai beralas atau meja grading).

Pelabelan

Pelabelan adalah pemberian label yang bertujuan untuk menunjukan identitas produk. Label ditempelkan pada buah sebagai identitas buah. 

Secara umum petunjuk pelabelan ini juga dinyatakan dalam SNI papaya 4230-2009. Sarana pasca panen yang diperlukan pada tahap ini adalah label. 

Hal yang perlu diperhatikandalam membuat label adalah factor keamanannya, baik keamanan dari tinta yang digunakan maupun keamanan perekat yang digunakan.

Pengemasan

Pengemasan adalah kegiatan penyusunan produk dalam suatu kemasan sesuai dengan permintaan pelanggan. Tujuannya adalah untuk mempertahankan mutu, mempermudah transportasi, dan meningkatkan nilai estetika. 

Sarana pasca panen yang diperlukan pada tahap ini adalah boks karton, keranjang plastic, timbangan, foam net atau kertas serta lakban.

Penyimpanan dan Distribusi

Penyimpanan adalah proses penundaan pemasaran buah untuk sementara dengan cara di lokalisasi pada suatu tempat yang dapat melindungi buah dari berbagai macam kerusakan. 

Sedangkan distribusi bertujuan untuk mengirimkan produk sesuai permintaan pelanggan dari tempat penanganan dengan menggunakan alat pengangkutan. 

Sarana pasca panen yang diperlukan pada tahap ini adalah tempat penyimpanan, termohigrometer, alat angkut, dan dokumen pengiriman. 

Penyimpanan dan distribusi menggunakan metode FIFO (First In First Out), dengan memperhatikan kontinuitas pasokan agar dapat menjaga kestabilan harga dipasar.

Perlakuan Tambahan

Perlakuan tambahan (imbuhan) bertujuan untuk memperpanjang daya simpan. Beberapa teknologi dapat diaplikasikan dalam penyimpanan dan pendistribusian buah papaya seperti pelilinan, pengendalian suhu, dan pengendalian jumlah etilen.
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Menjaga Kualitas Pepaya Setelah Panen"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel