>

2 Cara Sistem Pemeliharaan Ayam Kampung

 2 Cara Sistem Pemeliharaan Ayam Kampung
Hallo sahabat Agribisnis Agrokompleks, Pada kesempatan ini kami akan memberikan informasi tentang 2 Cara Sistem Pemeliharaan Ayam Kampung, mudah-mudahan isi postingan Artikel Peternakan, bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian.

Baca juga


Sistem Pemeliharaan Ayam Kampung - Konsumsi masayarakat untuk daging ayam lebih besar jika dibandingkan dengan daging kambing dan sapi, hal ini dikarenakan harga daging ayam lebih terjangkau daripada daging hewan ternak lainnya. 
2 Cara Sistem Pemeliharaan Ayam Kampung

Peternakan ayam tentu masih menjanjikan untuk dijadikan sumber pendapatan terutama ayam kampung. Ayam kampung merupakan salah satu jenis ayam yang diminati baik daging atau telurnya.

Ayam kampung sendiri salah satu ayam yang disebut dengan ayam buras. Beberapa jenis ayam buras lainnya adalah ayam pelung, ayam arab, ayam bangkok, ayam katai, ayam kedu, dan ayam nunukan. 

Kebanyakan orang beternak ayam kampung sebagai usaha sampingan untuk menambah pendapatan dan mengisi waktu luang. 

Akan tetapi apabila dipelajari dengan sungguh-sungguh cara beternak ayam kampung dapat menghasilkan keuntungan yang menjanjikan dan menjadi sumber pendapatan. Secara harga ayam kampung memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan ayam ras pedaging. 

Hal ini dikarenakan daging ayam kampung memiliki rasa yang lebih enak dari ayam ras pedaging seperti broiler. Selain itu ayam kampung lebih organik dan pakan yang dikonsumsi oleh ayam kampung berasal dari organik yang bisa didapatkan dari alam. Dibandingkan dengan ayam broiler yang cenderung dikembangbiakkan dengan metode kimiawi.

Untuk cara beternak ayam kampung biasanya orang mengambil daging dan telurnya kemudian dijual. Cara beternak ayam kampung biasanya kebanyakan diternak dengan cara dilepaskan di alam liar dan dibiarkan mencari pakan sendiri. 

Penjualan ayam kampung sendiri masih tergolong sedikit dipasaran. Pada daerah pedesaan pemasaran ayam kampung biasanya dilakukan dengan cara mendatangi langsung ke peternak ayam kampung. 

Permintaan untuk  ayam kampung terus meningkat dan orientasi peternak ayam kampung tidak hanya pada daging saja melainkan pada telur ayam kampung yang semakin banyak dicari. 

Telur ayam kampung sendiri mengandung gizi dan protein yang tinggi sehingga tidak heran banyak orang yang memanfaatkannya sebagai campuran pada jamu yang dapat menambah tenaga. Melihat peluang tersebut peternak ayam kampung banyak beternak dengan cara intensif dan semi intensif.

Cara beternak ayam kampung sendiri terdiri dari beberapa cara yaitu dengan sistem umbaran dan sistem semi intensif. Jenis atau tipe kandang yang digunakan pun sangat beragam sesuai dengan kebutuhan dan keinginan para peternak.

Sistem Umbaran

Cara beternak ayam kampung dengan sistem ini adalah beternak dengan cara membiarkan ayam dilepaskan dan ayam lebih leluasa bergerak sesuai keinginan ayam. 

Cara beternak ayam kampung dengan sistem ini biasanya memudahkan peternak dalam kegiatannya karena ayam disuruh bebas untuk memilih pakannya dari alam yang sesuai dengan keinginannya dan peternak tidak terlalu repot untuk memberikan pakan.

Sebaiknya kandang tetap disediakan pada sisitem ternak umbaran karena kandang berfungsi untuk tempat berlindung pada saat malam hari dan pada saat hujan turun. 

Kandang yang tersedia dapat dibuat dengan menggunakan kayu. Kandang yang dibuat harus sesuai dengan jumlah ayam kampung yang dimiliki.

Kelebihan dari sistem cara beternak ayam kampung ini adalah peternak dapat menekan biaya pakan karena hewan ternak mendapatkan pakannya dari alam bebas. 

Akan tetapi sistem ini juga memiliki kekurangan yaitu ayam akan gampang tertular penyakit dari ayam lainnya dan produktivitas daging lebih rendah. Sistem ini juga cocok dilakukan di daerah pedesaan yang memiliki pekarangan yang luas.

Kandang sebaiknya diperhatikan kebersihannya agar ayam lebih sehat dan jauh dari penyakit. Pada saat musim kawin biasanya ayam melakukan perkawinan secara alami dan ayam betina mengerami telurnya dikandang sampai menetas.

Sistem Semi Intensif

Cara beternak ayam kapung sistem ini memiliki perbedaan dengan sistem umbaran. Cara beternak ayam kampung sistem semi intensif digunakan untuk meningkatkan produktivitas daging ayam kampung itu sendiri. Sistem ini dilakukan dengan cara memberikan batasan pada umbaran. 

Hal ini berfungsi untuk membatasi ruang gerak pada ayam agar energi yang dikeluarkan ayam lebih sedikit dan dapat meningkatkan produktivitas daging ayam kampung. Batasan pagar dilakukan dengan cara memagari pekarangan dengan tembok keliling agar ayam tidak terlalu banyak bergerak.

Sistem cara beternak ayam kampung ini juga membutuhkan kandang ayam yang untuk tempat berlindung dari dinginnya angin pada malam hari dan guyuran air hujan pada saat musim hujan. 

Pembuatan kandang ayam sebaiknya dibuat sebagus dan senyaman mungkin agar ayam tumbuh dengan baik dan sehat. Sebaiknya pintu kandang menghadap matahari sehingga kandang tidak lembab. Kandang yang lembab menjadi sumber pengembangan penyakit yang mengganggu kesehatan ayam.

Wilayah umbaran perlu dicangkul agar tanah tidak terlalu padat dan cacing dapat tumbuh dengan baik dan menjadi pakan alami ayam. Untuk sistem cara beternak ayam kampung ini sebaiknya siapkan kandang koloni dengan ukuran 1×2 meter dengan tinggi 0,75 cm. 

Kandang dapat diisi dengan 1 ekor jantan dan 6 betina. Perkawinan biasanya terjadi beberapa hari sampai akhirnya ayam menghasilkan telur. 

Telur yang fertil sebaiknya dipisahkan dan dieramkan oleh ayam betina lain sedangkan yang infertil dapat diambil untuk dikonsumsi dan dijual. 

Saat ini, budidaya ayam kampung banyak yang dilakukan dengan lebih serius, tidak hanya sebagai usaha sampingan. Jika selama ini anda hanya memelihara ayam kampung apa adanya dan untuk konsumsi pribadi saja, mungkin kini saatnya untuk melakukan budidaya secara lebih serius.
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to " 2 Cara Sistem Pemeliharaan Ayam Kampung"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel