>

Penyakit yang Sering Menyerang Dalam Budidaya Ikan Patin

Penyakit yang Sering Menyerang Dalam Budidaya Ikan Patin
Hallo sahabat Agribisnis Agrokompleks, Pada kesempatan ini kami akan memberikan informasi tentang Penyakit yang Sering Menyerang Dalam Budidaya Ikan Patin, mudah-mudahan isi postingan Artikel Perikanan, bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian.

Baca juga


Penyakit Dalam Budidaya Ikan Patin - Ketika melakukan budidaya ikan patin sering kali ada hama dan penyakit yang mengganggu. Tentu saja dibutuhkan respon cepat untuk mengatasi hama dan penyakit ikan patin baik pengobatan maupun pencegahan.  
Penyakit yang Sering Menyerang Dalam Budidaya Ikan Patin

Untuk penyakit yang sering menyerang ikan patin biasanya disebabkan oleh infeksi dan non-infeksi. Penyakit non-infeksi ini terjadi karena gangguan faktor yang bukan pathogen. Sedangkan penyakit karena infeksi disebabkan oleh organisme patogen.

Penyakit Non Infeksi Dalam Budidaya Ikan Patin

Penyakit non infeksi pada ikan patin biasanya dikarenakan karena keracunan atau kurang gizi. Faktor yang menyebabkan keracunan bisa dari berbagai faktor seperti dari pakan atau dari air yang sudah tercemar.

Ciri-ciri ikan patin keracunan adalah Ikan patin lemas dan berenang megap-megap dipermukaan air. Jika dibiarkan ikan akan berenang terbalik dan akan mati.  

Sedangkan ikan yang kekurangan gizi bisa dilihat dari ukuran ikan yang kurus dengan kepala terlihat besar, ikan yang kekurangan gizi juga tidak lincah dan perkembanganya tidak normal.

Penyakit Infeksi Dalam Budidaya Ikan Patin

Secara umum penyakit infeksi pada ikan patin dikarenakan oleh 3 hal, yaitu karena parasit, bakteri dan jamur.

Parasit Bintik Putih atau White Spot

Penyakit ini disebabkan oleh parasit bangsa protozoa dari jenis Ichthyoptirus multifilis Foquet.  Gejala terkena parasit ini adalah Ikan berkumpul di tempat yang gelap menggosok-gosokan tubuhnya.

Untuk menanggulangi Parasit Bintik Putih menggunakan metil biru atau methilene blue konsentrasi 1% dengan perbandingan 1 gram metal biru untuk 100 cc air. 

Pindahkan ikan yang sakit dengan air bersih yang sudah dicampur ralutan metak biru. Pengobatan dilakukan berulang ulang selama tiga kali dengan selang waktu satu hari.

Untuk pengobatan alami bisa memanfaatkan Sambiloto yaitu dengan cara mengambil ekstraknya dan dilarutkan ke dalam air.

Bakteri Aeromonas sp dan Pseudo-Monas sp

Selain parasit, bakteri juga sering mengancam ikan patin. Jenis bakteri yang sering menyerang pada patin adalah Aeromonas sp dan Pseudo-monas sp. 

Kedua bakteri ini menyerang pada ikan dan menyebabkan pendarahan pada  dada, perut, dan pangkal sirip. Patin yang terkena bakteri bisa menular ke patin lainnya, oleh karena itu penangananya harus cepat untuk mencegah terjaninya gagal panen.

Patin yang terinsfeksi tetapi belum parah bisa diobati dengan menggunakan larutan PK 10-20 ppm selama 30-60 menit atau bisa juga direndam pada larutan nitrofuran 5- 10 ppm selama 12–24 jam. 

Secara tradisional bisa memanfaatkan kunyit  dengan cara diparut. Kunyit ini berfungsi untuk mengobati borok atau luka dan mempercepat pengeringan

Jamur

Jamur pada ikan patin biasa terdapat pada luka pada ikan. Jenis jamur yang menyerang antara lain Saprolegnia sp. dan Achlya sp. 

Munculnya jamur disebabkan karena kolam yang kotor dan air yang kondisinya jelek. Untuk mencegah terserangya jamur perlu dilakukan perawatan kolam dan air.

Untuk mengobati ikan patin yang terserang jamur bisa menggunakan Malachite green 2-3 gr/m3 air selama 30 menit pengobatan diulang selama 3 hari berturut-turut atau secara tradisional bisa menggunakan rimpang lengkuas yang diparut dan diambil ekstraknya.
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Penyakit yang Sering Menyerang Dalam Budidaya Ikan Patin"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel