>

Cara Budidaya Pandan dan Pengolahan Pasca Panen

Cara Budidaya Pandan dan Pengolahan Pasca Panen
Hallo sahabat Agribisnis Agrokompleks, Pada kesempatan ini kami akan memberikan informasi tentang Cara Budidaya Pandan dan Pengolahan Pasca Panen, mudah-mudahan isi postingan Artikel Pertanian, bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian.

Baca juga


Budidaya Pandan dan Pengolahan Pasca Panen - Budidaya pandan tidaklah sesulit membudidayakan tanaman padi. Pengolahan media tanam untuk pandan hanya dilakukan ketika bibit pandan akan ditanam. Pandan dapat dipanen setelah satu setengah hingga dua bulan selama 20 tahun.
Cara Budidaya Pandan dan Pengolahan Pasca Panen

Selain itu, budidaya pandan tanpa akar juga bisa kalian lakukan. Namun, jika bibit masih ada beberapa akarnya, kemungkinan tumbuhnya juga tinggi.

Daun pandan mempunyai aroma wangi yang kuat serta khas hingga banyak yang memakainya sebagai penyedap makanan alami. Pandan dapat digunakan untuk makanan serta minuman yang panas ataupun dingin.

Dalam melakukan budidaya pandan juga bisa memiliki potensi yang cukup menjanjikan seperti memiliki potensi hasil anyaman. Anyaman daun pandan tidak hanya bisa dibuat menjadi tikar namun dapat dibentuk menjadi barang-barang bernilai ekonomis lainnya seperti dompet, tatakan, keranjang, mempunyai nilai seni tinggi.

Untuk melakukan budidaya pandan, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengolah media tanamnya terlebih dahulu. Untuk pengolahan tanah, pertama-tama buat lubang tanah dengan jarak 1 m x 1 m dan berukuran 20 cm x 20 cm x 20 cm.

Setelah itu, setiap lubang tanam diberi pupuk kandang sebanyak 2 kg. setelah diberi pupuk kandang, maka lubang tanam sudah bisa untuk langsung ditanami bibit.

Bibit diambil dari tunas tunggal tanaman pandan yang telah menghasilkan. Tunas itu harus berakar gantung karena kalau tidak biasanya tidak mau tumbuh. Setelah penanaman bibit dilakukan, maka langkah selanjutnya ialah pemupukan.

Pemupukan dilakukan tiga bulan setelah masa tanam. Bibit pandan sebaiknya diberikan pupuk buatan dengan dosis 50 gram urea ZA dan 20 gram KCI untuk setiap tanaman atau bibitnya.

Selain itu, sebaiknya pemupukan dilakukan setelah penyiangan gulma. Kemudian setelah umur satu tahun diberi pupuk kandang dan pupuk buatan dengan dosisyang sama. Setelah itu, tanaman pandan tidak perlu dipupuk lagi.

Setelah pemupukan, maka selanjutnya adalah perawatan. Tanaman pandan biasanya dapat diserang oleh hama penggerek pucuk. Biasanya, para petani menyebut hama tersebut dengan nama ulam.

Setelah masa tanam selama 3 tahun, kamu bisa melakukan panen untuk pertam kalinya. Namun, untuk panen kedua dan seterusnya panen bisa dilakukan setelah 1,5 hingga 2 bulan dengan kelangsungan panen selama 10 hingga 20 tahun.

Daun pandan yang sudah dipanen sebaiknya diolah sebelum menggulung. Caranya dengan daun dibelah kecil lalu diikat dan lansung direbus sekitar 10 hingga 30 menit. Setelah direbus, daun direndam selama selama menggunakan air dingin lalu dijemur keesokan harinya sampai kering.
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Cara Budidaya Pandan dan Pengolahan Pasca Panen"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel