>

Teknik Budidaya Tanaman Cengkeh yang Baik dan Benar

Teknik Budidaya Tanaman Cengkeh yang Baik dan Benar
Hallo sahabat Agribisnis Agrokompleks, Pada kesempatan ini kami akan memberikan informasi tentang Teknik Budidaya Tanaman Cengkeh yang Baik dan Benar, mudah-mudahan isi postingan Artikel Pertanian, bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian.

Baca juga


Teknik Budidaya Tanaman Cengkeh - Cengkeh salah tanaman perkebunan yang dapat dimanfaatkan berbagai keperluan baik sebagai obat maupun keperluan industri yang lainya yang sangat membutuh cengkeh sebagai salah satu bahan baku. 
Teknik Budidaya Tanaman Cengkeh

Maka dari itu untuk mendapat hasil panen cengkeh yang berkualitas perlunya teknik budidaya tanaman cengkeh yang baik dan benar.

Supaya hasil panennya mendapat kualitas yang bagus hargar jual pada cengkeh akan menjadi tinggi sesuai dengan harapan para petani cengkeh.

Untuk dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik, tanaman cengkeh memerlukan persyaratan lingkungan tumbuh yang spesifik.

Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap tanaman cengkeh antara lain adalah iklim, ketinggian tempat, dan jenis tanah.

Persemaian dan Pembibitan

Proses budidaya cengkeh biasanya dimulai dari kerja pembibitan dan persemaian. Agar bisa memperoleh dan menghasilakan pohon cengkeh yang produktif dan berkualitas, maka kerja pembibitan dan persemaian harus dilakukan secara baik, cermat dan teliti. 

Dalam memilih tempat persemaian, ada beberapa faktor yang diperhatikan :
  • Tanah harus subur dan mudah diairi (terutama pada musim kemarau)
  • Tempat persemaian harus terlindungi dari angin kencang
  • Tempat strategis (misalnya mudah mengangkut benih dan dekat dengan areal tanam)

Persiapan Lahan

Dalam mempersiapkan lahan, yang harus dilakukan adalah:
  • Pembersihan lahan (bekas tunggak atau akar kayu yang dapat menyebabkan rayap atau jamur akar) yang kemudian dilanjutkan dengan pengolahan tanah.
  • Pembuatan lubang tanam yang biasanya disiapkan sejak bulan Juli sampai dengan
  • September dan ditutup pada bulan Oktober, tujuannya agar lubang dan tanah galiannya terkena panas yang cukup lama.Ukuran (panjang,lebar dan kedalaman) yang biasa digunakan dalam pembuatan lubang tanam yaitu : (i) 60x60x60 cm, (ii) 80x80x80 cm, dan (iii) 1x1x1 m.
  • Pada 2 minggu sampai 1 bulan sebelum tanam, tanah diberi pupuk kandang yang telah menjadi tanah atau kompos sebanyak 5 – 10 kg/pohon.
  • Untuk mengatur kelebihan air perlu dibuat saluran drainase yang cukup.

Penanaman

Penanaman cengkeh dilaksanakan pada awal musim hujan. Dalam penanamannya dilakukan pula pola tanam campuran (polikultur) dengan sistem tanam pagar yaitu memperkecil jarak tanam dalam baris (Timur-Barat) misalnya 12 m x 5 m atau 14 m x 6 m sehingga tersedia ruangan untuk tanaman sela atau tanaman campuran.

Tanaman campuran dapat dilakukan pada tanaman yang belum produktif dan atau kurang produktif. Beberapa tanaman campuran yang dapat digunakan antara lain: kacang tanah, kacang tunggak, jagung, dan tanaman lain kecuali ketela pohon karena ketela pohon menyerap banyak garam-garam mineral dari dalam tanah dan tidak dikembalikan sehingga sangat cepat mengurangi kesuburan tanah.

Pemupukan dan Pemeliharaan

Setelah bibit cengkeh ditanam ke lapangan tahap selanjutnya adalah pemeliharaan. Pada tanaman cengkeh, pemeliharaan merupakan periode yang panjang, yaitu selama tanaman yang diusahakan tersebut dianggap masih menguntungkan secara ekonomis.

Pemupukan bertujuan untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produksi cengkeh setelah panen. Berdasarkan pola penyebaran akarnya, penempatan pupuk pada tanaman cengkeh dilakukan dibawah proyeksi tajuk dan bagian dalam tajuk.

Pemupukan diberikan 2 kali dalam setahun, yaitu saat awal musim hujan (akhir musim kemarau) dan saat awal musim kemarau (akhir musim hujan).

Jenis pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dan pupuk anorganik, baik tunggal maupun berupa pupuk majemuk dalam bentuk butiran maupun tablet.

Pupuk organik berbentuk butiran (UREA, TSP/SP-36, KCI, Kieserit) diberikan pada proyeksi tajuk 2/3 bagian dan 1/3 bagian dibawah bagian dalam tajuk yang dilakukan dua kali setahun, yaitu pada awal dan akhir musim hujan.

Pupuk anorganik berbentuk tablet, diberikan dalam 8 lubang tugal (4 lubang di bawah proyeksi tajuk daun 4 lubang dibawah tajuk bagian dalam) sedalam 10 -15 cm, pupuk tablet hanya setahun sekali, yaitu pada awal musim hujan.

Panen dan Pasca Panen

Produk utama cengkeh adalah bunga, yang pada waktu dipanen kadar airnya berkisar antara 60-70%. Waktu yang paling baik untuk memetik cengkeh adalah sekitar 6 bulan setelah bakal bunga timbul, yaitu setelah satu atau dua bunga pada tandannya mekar dan warna bunga menjadi kuning kemerah-merahan dengan kepala bunga masih tertutup, berisi dan mengkilat.

Pemungutan bunga cengkeh dilakukan dengan cara memetik tangkai bunga dengan tangan, kemudian dimasukkan ke dalam kantong kain atau keranjang yang telah disiapkan, menggunakan tangga segitiga atau galah dari bamboo, serta tidak merusak daun disekitarnya saat pemetikan.

Waktu panen sangat berpengaruh terhadap rendemen dan mutu bunga cengkeh serta minyak atsirinya. Saat pemetikan bunga cengkeh yang tepat yaitu apabila bunga sudah penuh benar tetapi belum mekar, pemetikan yang dilakukan saat bunga cengkeh masih muda (sebelum bunga masak) akan menghasilkan bunga cengkeh yang kering yang keriput, kandungan minyak atsirinya rendah dan berbau langu (tidak enak).

Sedangkan apabila pemetikannya lambat 9 bunga sudah mekar setelah dikeringkan akan diperoleh mutu yang rendah, tanpa kepala serta rendemennya rendah.

Sebelum dikeringkan, bunga cengkeh dipisahkan dari tangkai atau gagang dan dikeringkan secara terpisah.

Pada tahap ini dilakukan pemisahan antara bunga cengkeh yang baik, bunga yang terlalu tua dan yang terjatuh, setelah itu bunga cengkeh dikeringkan. 

Pengeringan dapat dilakukan dengan menjemurnya di bawah sinar matahari langsung atau menggunakan pengering buatan. 

Bunga cengkeh yang akan dijemur dihamparkan pada alas tikar,anyaman bamboo gribig, atau plastik, atau pada lantai jemur yang diberi alas plastik.

Selama proses pengeringan, cengkeh dibolak balik agar keringnya merata. Proses pengeringan dianggap selesai apabila warna bunga cengkeh telah berubah menjadi coklat kemerahan, mengkilat, mudah dipatahkan dengan jari tangan dan kadar air telah mencapai sekitar 10-12%.

Lamanya waktu penjemuran dibawah sinar mataharisekitar 3 – 4 hari. Cengkeh yang telah kering kalau disimpan tidak akan susut beratnya dan tahan lama asalkan tidak terkena air. Kualitas cengkeh dapat dibedakan dan dinilai menurut:
  • Kekeringannya
  • Persentase kotoran (tangkai bunga dan daun-daun)
  • Persentase yang tidak berkepala (sudah banyak yang mekar)
  • Persentase yang muda
  • Warnanya
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Teknik Budidaya Tanaman Cengkeh yang Baik dan Benar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel