>

Peranan dan Kendala Pada Sektor Pertanian

Peranan dan Kendala Pada Sektor Pertanian
Hallo sahabat Agribisnis Agrokompleks, Pada kesempatan ini kami akan memberikan informasi tentang Peranan dan Kendala Pada Sektor Pertanian, mudah-mudahan isi postingan Artikel Pertanian, bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian.

Baca juga


Peranan dan Kendala Pada Sektor Pertanian - Sektor pertanian di Indonesia adalah pemasok utama kebutuhan pangan nasional. Peningkatan produksi dan produktivitas pertanian menjadi penting karena pembangunan ekonomi akan mengalami kesulitan dan stagnasi apabila tidak ditunjang dari pembangunan pertanian itu sendiri. 
Peranan dan Kendala Pada Sektor Pertanian

Sektor pertanian dapat digunakan untuk menutup kekurangan pertumbuhan perekonomian agar tidak negatif sebab sektor pertanian dapat lebih bertahan dibanding dengan sektor-sektor lain. Sektor pertanian juga berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja.

Menurut Mukhyi (2007), pertanian dapat dilihat sebagai suatu yang sangat potensial dalam empat bentuk kontribusinya terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional yaitu sebagai berikut: 
  • Ekspansi dari sektor-sektor ekonomi lainnya sangat tergantung pada pertumbuhan output di bidang pertanian, baik dari sisi permintaan maupun penawaran sebagai sumber bahan baku bagi keperluan produksi di sektor-sektor lain seperti industri manufaktur dan perdagangan
  • Pertanian berperan sebagai sumber penting bagi pertumbuhan permintaan domestik bagi produk-produk dari sektor-sektor lainnya
  • Sebagai suatu sumber modal untuk investasi di sektor-sektor ekonomi lainnya
  • Sebagai sumber penting bagi surplus perdagangan (sumber devisa).

Lambat laun kontribusi sektor pertanian terhadap PDB Produksi Domestik Bruto semakin menurun dari tahun ke tahun. 

Sebagai contohnya pada tahun 1939 kontribusi pertanian terhadap sumbangan dalam PDB sebesar 61%, kemudian pada tahun 1985 menurun menjadi 24% (Pusat Data dan Informasi Pertanian 2002). 

Salim (2006) juga menyatakan walaupun PDB sektor pertanian pada masa krisis ekonomi mengindikasikan cukup baik, ternyata tidak diikuti oleh kenaikan investasi di sektor pertanian.

Penyebab utama merosotnya kontribusi sektor pertanian karena pembangunan ekonomi Indonesia lebih diarahkan kepada pengembangan sektor industri. 

Dana-dana pembangunan yang cukup besar lebih banyak diinvestasikan ke sektor industri dan bangunan, investasi nasional yang terkonsentrasi pada sektor industri manufaktur dan bangunan inilah yang timpang dengan investasi pada sektor pertanian.

Selain itu, menurut Lokollo et al. (2007), permasalahan yang terjadi pada sektor pertanian yaitu: 
  • Semakin meningkatnya RTP, sementara lahan pertanian relatif tetap, atau bahkan menurun akibat adanya konversi lahan ke non pertanian
  • Tenaga kerja pertanian didominasi oleh tenaga kerja usia tua, serta tenaga kerja muda dan berpendidikan tinggi semakin enggan bekerja di sektor pertanian 
  • Kecenderungan penurunan penggunaan berbagai input produksi (pupuk dan pestisida) disebabkan daya beli dan nilai tukar petani yang makin menurun
  • Produktivitas tenaga kerja pertanian relatif rendah dibanding sektor non-pertanian mengakibatkan pendapatan rumah tangga petani yang rendah
  • Peranan sektor pertanian pada PDB semakin turun, namun tidak diikuti menurunnya penyerapan tenaga kerja
  • Upaya-upaya peningkatan produksi masih menghadapi berbagai kendala.

Setelah pertanian sudah cukup jenuh dan tidak dapat menyerap tenaga kerja dengan lebih cepat lagi, kelebihan angkatan kerja mencari nafkah di luar sektor pertanian yaitu industri. 

Sektor industri menjanjikan penghasilan yang lebih besar daripada di sektor pertanian. Selain itu, sektor industri bersifat tetap karena tidak terpengaruh musim paceklik seperti halnya di sektor pertanian. 

Hal ini menyebabkan penurunan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian dari tahun ke tahun, terutama tenaga kerja dari generasi muda. 

Fenomena ini menunjukkan bahwa tenaga kerja usia muda mulai kurang tertarik bekerja di sektor pertanian. 

Faridah (2007) juga berpendapat beberapa alasan petani meninggalkan pekerjaan pertanian berdasarkan hasil penelitiannya yaitu: 
  • Lahan pertanian yang semakin menyempit
  • Desakan kekuatan pemilik modal terhadap petani kecil
  • Meningkatnya jumlah penduduk
  • Ingin mencari bayaran atau pendapatan yang lebih baik
  • Jam kerja di luar pertanian lebih pendek
  • Ketidakmungkinan mensupport kebutuhan keluarga dengan tanah milik yang kecil (Small Holding)
  • Kesulitan meningkatkan kenaikan sosial
  • Kebijaksanaan pemerintah yang mendorong pertumbuhan industri di pedesaan
  • Sedikit atau banyaknya terpaan informasi
  • Pertanian tergantung sekali pada musim, sedangkan industri tali tambang tidak
  • Meneruskan usaha orang lain.

Sumber:

  1. Faridah K. 2007. Dari Ekonomi Pertanian Ke Ekonomi Industri (Sejarah Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Kubangwungu Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes Tahun 1969-2000). [skripsi].
  2. Lokollo EM, Rusastra IW, Saliem HP, Supriyati, Friyatno S, Budi GS. 2007. Dinamika Sosial Ekonomi Pedesaan: Analisis Perbandingan Antar Sensus Pertanian. Makalah Seminar Hasil Penelitian. Mukhyi MA. 2007. Analisis Peranan Subsektor Pertanian dan Sektor Unggulan Terhadap Pembangunan Kawasan Ekonomi Propinsi Jawa Barat : Pendekatan Analisis IRIO. [skripsi].
  3. Pusat Data dan Informasi Pertanian. 2002. Buletin PDB Sektor Pertanian. 11(44).
  4. Salim I. 2006. Analisis Faktor-Faktor Ekonomi Makro Yang Mempengaruhi Investasi Pada Sektor Pertanian di IndonesiaPeriode Tahun 1984-2004. [skripsi].
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Peranan dan Kendala Pada Sektor Pertanian"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel