>

Pembangunan Peternakan Untuk Peningkatan Pendapatan Peternak

Pembangunan Peternakan Untuk Peningkatan Pendapatan Peternak
Hallo sahabat Agribisnis Agrokompleks, Pada kesempatan ini kami akan memberikan informasi tentang Pembangunan Peternakan Untuk Peningkatan Pendapatan Peternak, mudah-mudahan isi postingan Artikel Peternakan, bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian.

Baca juga


Pembangunan Peternakan Untuk Peningkatan Pendapatan Peternak - Paradigma pembangunan peternakan yang mampu memberikan peningkatan pendapatan peternak rakyat yang relatif tinggi dan menciptakan daya saing global adalah paradigma pembangunan agribisnis berbasis peternakan. 
Pembangunan Peternakan Untuk Peningkatan Pendapatan Peternak

Dengan memandang peternakan sebagai sistem agribisnis berbasis peternakan perlu lebih terintegrasi, simultan, komprehensif, dan terarah. 

Menurut Farayola (2013) di Negara Nigeria pengembangan pembangunan peternakan sebagian besar telah difokuskan pada penyediaan pelayanan kesehatan hewan, peningkatan pasokan air dan fasilitas lainnya termasuk pemasaran, ketersediaan berbagai pakan dan peningkatan dalam metode dan teknik peternakan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang ada di pedesaan. 

Pembangunan agribisnis berbasis peternakan yang bersifat makro ini harus didukung oleh struktur, perilaku dan kinerja mikro peternakan itu sendiri. 

Pembangunan peternakan yang tangguh memiliki ciri yaitu mampu memanfaatkan sumberdaya secara optimal, menangkal gejolak teknis maupun ekonomis, mengembangkan struktur produksi memenuhi tuntutan pasar dan berperan dalam pembangunan nasional, daerah dan kawasan (Setyowati 2011 dan Madang 2014). 

Pengembangan agribisnis peternakan ini bukan saja pengembangan komoditas peternakan saja tetapi lebih dari itu, yakni pembangunan ekonomi (wilayah) yang berbasis pertanian yang didalamnya termasuk peternakan. 

Konsep kawasan dalam pembangunan peternakan menurut Bahar (2006) sebagai berikut :
  • Suatu konsep mengenai pengembangan sistem pemanfaatan ternak lahan.
  • Suatu pendekatan yang mengintegrasikan ternak dengan tanaman sehingga ternak lebih berbasis lahan dari pada sebagai bagian dari suatu sistem produksi perkotaan.
  • Fokusnya adalah pada pemanfaatan lahan dan sumberdaya secara lebih baik, pelestarian lingkungan, ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan. 

Menurut Bahar (2006) bahwa kawasan peternakan terdiri dari atas: 
  • Kawasan khusus peternakan, merupakan daerah prioritas dengan komoditas unggulan, dengan memperhatikan kesesuaian agroekosistem dan agriklimat serta tata ruang wilayah, 
  • Kawasan terpadu merupakan sistem integrasi ternak dengan tanaman pangan hortikulutura, perkebunan dan perikanan (program lintas subsektor), 
  • Kawasan agropolitan merupakan kota pertanian yang dihela oleh desa-desa pada daerah pedalaman. 

Keberhasilan pembangunan subsektor peternakan dalam peningkatan produksi tidak terlepas dari peran dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) peternakan yang dihasilkan dari Badan Litbang Pertanian, baik dalam bentuk komponen maupun paket teknologi, yang secara bertahap diterapkan dalam sistem usaha pertanian. 

Dengan demikian, upaya menghasilkan teknologi dan rekomendasi kebijakan penelitian dan pengembangan peternakan yang sesuai dengan kondisi spesifik lokasi dan kebutuhan pengguna perlu dilakukan sinkronisasi antara program penelitian dengan program pengembangan subsektor peternakan, Kusnadi (2008).

Sumber:

  1. Farayola CO, Adeyemo AA, Nwachukwu SC, Yusuf A. 2013. Extension strategy development and training needs for small scale commercial poultry farmers in Nigeria. Journal of World's Poultry Research. 3(4):99-105.
  2. Setyowati N. 2011. Strategi Pengembangan Subsektor Peternakan dalam Rangka Memperkuat Sektor Pertanian di Kabupaten Boyolali. Sains Peternakan. 9(1):32-40
  3. Madang S, Suryono A, Supriyono B, Masjaya. 2014. The development of a strategic and fast growing area a study of the modeling of area development in the district of West Kutai, East Kalimantan. Journal of Basic and Applied Scientific Research. 4(3):297-308.
  4. Bahar ZA. 2006. Strategi Pengembangan peternakan dalam rangka meningkatkan peran subsektor peternakan di Kabupaten Bengkalis [Tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
  5. Kusnadi U. 2008. Inovasi Teknologi Peternakan Dalam Sistem Integrasi Tanaman-Ternak Untuk Menunjang Swasembada Daging Sapi. Pengembangan Inovasi Pertanian. 1(3):189-205.
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Pembangunan Peternakan Untuk Peningkatan Pendapatan Peternak"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel