>

Menempatkan Pesaing Menjadi Mitra Bisnis

Menempatkan Pesaing Menjadi Mitra Bisnis
Hallo sahabat Agribisnis Agrokompleks, Pada kesempatan ini kami akan memberikan informasi tentang Menempatkan Pesaing Menjadi Mitra Bisnis, mudah-mudahan isi postingan Artikel Kewirausahaan, bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian.

Baca juga


Menempatkan Pesaing Menjadi Mitra Bisnis - Melakukan bisnis yang baik adalah mereka yang selalu ikhlas memberi semangat dan kenyamanan terhadap mitra bisnis dan konsumennya. 
Menempatkan Pesaing Menjadi Mitra Bisnis

Kenyamanan mereka akan membawa intreraksi positif dan akan mendorong setiap mitra bisnis sehingga terjalin kerjasama yang menguntungkan. 

Memuliakan mitra bisnis termasuk memberi simpati dan empati akan membantu memperbaiki hubungan dalam menjalankan bisnis apaun. 

Dan pelaku bisnis akan berhasil, bila ada perhatian yang penuh dengan semua pihak dalam proses bisnis dengan memberi semangat dan kenyamanan, pasti semua mitra bisnis akan setia menjalin kerjasama yang sejati. 

Itulah makna penting dari peran yang dimainkan oleh pelaku bisnis yang suka memuliakan mitranya. Setiap pelaku bisnis pasti menginginkan keuntungan serta usaha dari jaringan yang luas. 

Jika Pelaku ingin usahanya berkembang kuat dan stabil, dalam arti tumbuh ke segala arah bahkan usahanya beranak pinak (membuka cabang dimana-mana). 

Kuat dalam arti tidak lemah dan bisa sejajar dengan saingan yang ada. Jika menginginkan usahanya dapat berkembang, inilah prinsip-prinsip utama yang mesti diaplikasikan oleh sang pelaku bisnis agar pesaing bisa menjadi mitra bisnis sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW :

Memuliakan Pelanggan Atau Mitra Bisnis Sebagai Saudara

Konsumen adalah raja, itulah moto yang sudah diterapkan oleh banyak pebisnis. Karena konsumen itu harus dimuliakan, dalam arti tidak boleh dikecewakan, dirugikan dan memberikan kepercayaan penuh terhadap barang yang diperjual belikan. Bukankah memberi itu sama dengan menerima, To give is to receive.

Menawarkan Apa Yang Dibutuhkan Oleh Masyarakat

Pada dasarnya aktivitas jual beli itu berbagai macam, ada yang menawarkan kebutuhan pokok, kebutuhan sekunder, bahkan kebutuhan tersier (barang mewah), juga menawarkan kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Yang terbaik adalah menawarkan yang menjadi kebutuhan pelanggan. 

Jadi bukan menawarkan rokok, minuman keras atau semacamnya, yang semua orang tahu bahayanya bagi kesehatan dan kehidupan pada umumnya. 

Juga bukan menawarkan barang atau jasa untuk bermegah-megahan dan berlaku sombong. Betapa banyak barang dan jasa yang ditawarkan pasar yang merusak mental dan jiwa konsumennya. 

Bahkan tidak sedikit barang dan jasa menyesatkan atau merusak akidah konsumen. Karena itu menjadi keharusan seorang pelaku bisnis untuk menawarkan barang dan jasa yang bermanfaat bagi konsumen dalam arti yang sesungguhnya. 

Bukankah orang yang paling baik di antara kita adalah orang yang paling banyak manfaatnya untuk orang banyak. Di sinilah peran istimewa sang pelaku bisnis dalam menjembatani kebutuhan konsumen yang sebenarnya.

Menawarkan Barang dan Jasa Yang Berkualitas

Pada dasarnya konsumen selalu ingin membeli barang yang berkualitas dengan harga yang terjangkau. Tetapi biasanya para pelaku bisnis bertentangan dengan konsumen. 

Bukankah barang yang berkualitas itu diproduksi dengan biaya yang lebih tinggi. Di dalam ajaran Islam kualitas bisa berarti ukuran atau takarannya cukup. 

Jadi sang pelaku bisnis seharusnya selalu memperhatikan kecukupan ukuran atau takaran, kalau takarannya sengaja dikurangi dalam produk apapun berarti sang pelaku bisnis tidak menawarkan barang yang berkualitas dari aspek ukuran, maka akan menimbulkan kecurangan pada pelaku bisnis dan tidak akan ada lagi kepercayaan didalam bisnis tersebut. 

Pada sisi lain adapula aspek fisik yang menunjukkan kualitas barang yaitu barang yang ditawarkan tidak rusak, tidak cacat dan tidak memberikan dampak yang buruk bagi konsumen. 

Seharusnya sang pelaku bisnis harus bersifat jujur, dan keterbukaan jika ada barang yang cacat atau rusak, harus dikatakan apa adanya kepada konsumen, agar tidak merugikan konsumen.

Sumber:

Razak, M. R. R., Syarifuddin, R. N., Irwan, M., Bibin, M., Mursalat, A., Asra, R., & Qisti, N. (2020). Kajian saintifik Islam Sains Teknologi Merubah Peradaban Dunia. CV. Pena Persada.
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Menempatkan Pesaing Menjadi Mitra Bisnis"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel