>

Cara Pembuatan Kolam Dalam Budidaya Belut

Cara Pembuatan Kolam Dalam Budidaya Belut
Hallo sahabat Agribisnis Agrokompleks, Pada kesempatan ini kami akan memberikan informasi tentang Cara Pembuatan Kolam Dalam Budidaya Belut, mudah-mudahan isi postingan Artikel Perikanan, bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian.

Baca juga


Cara Pembuatan Kolam Dalam Budidaya Belut - Belut merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang cukup banyak penggemarnya. Belut sangat baik dikonsumsi karena memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh.
Cara Pembuatan Kolam Dalam Budidaya Belut

Terlepas dari manfaat dan kandungan nutrisi belut, ikan yang satu ini juga cukup enak untuk dikonsumsi. Rasa dagingnya yang kenyal dan gurih membuat siapa saja yang menikmatinya pasti ketagihan. 

Tidak heran kalau permintaan akan ikan belut semakin meningkat. Dalam pembuatan kolam belut, setidaknya terdapat tiga pilihan kolam budidaya yang bisa kalian buat, diantaranya yaitu sebagai berikut:

Kolam Tembok

Kolam tembok adalah kolam yang dibuat permanen menggunakan material semen atau batako. Ukuran ideal dari kolam tembok adalah menyesuaikan dengan jumlah belut yang akan dibudidayakan yaitu sekitar 50 – 100 ekor belut per meter persegi.
 
Sementara itu, ketinggian kolam tembok atau permanen bisa Anda buat berukuran 1 – 1,25 meter. Selain itu jangan lupa juga untuk membuat saluran pembuangan atau drainase dengan menggunakan pipa berukuran agak besar.

Jika kalian membuat kolam tembok baru, sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu selama beberapa minggu. 

Setelah itu rendamlah dengan air dan tambahkan pelepah atau daun pisang atau bisa juga dengan sabut kelapa. Kalian juga harus memperhatikan untuk mencuci kolam minimal sebanyak 3 kali atau hingga bau semen hilang.

Kolam Terpal

Kolam terpal sesuai dengan namanya dibuat dengan menggunakan material terpal serta bambu atau kayu sebagai penyangganya. 

Sebagaimana kolam tembok, idealnya kolam terpal juga berukuran sekitar 50 – 100 ekor Belut per meter persegi.
 
Ketinggian dari kolam terpal juga berukuran yang relatif sama dengan kolam tembok yaitu sekitar 1 – 1,25 meter.

Saluran air dapat kalian buat dengan memberikan lubang pembuangan di tengah kolam dengan terlebih dulu dibuat kerucut bagian bawahnya.

Jenis dan kualitas bahan terpal yang digunakan akan berpengaruh terhadap ketahanan dari kolam terpal. 

Selain itu, agar semakin kuat dan tidak mudah jebol kalia harus membuat rangka penyangga yang terbuat dari kayu atau bambu.

Kolam Drum

Drum juga bisa digunakan untuk membuat kolam Belut semi permanen. Setiap drum bisa diisi sekitar 2 kg benih belut yang berukuran rata-rata 10 – 12 cm.

Untuk idealnya jangan terlalu banyak agar belut bisa tumbuh optimal, kolam drum sendiri bisa dibuat dengan waktu yang relatif singkat.

Untuk membuat kolam drum itu sendiri kalian bisa melakukan dengan cara membersihkan bagian dalam drum terlebih dahulu.

Kemudian buatlah lubang memanjang di bagian atas drum dan letakkan drum pada tanah yang datar, berikan pula pengganjal di bagian kanan dan kiri untuk mencegah agar drum tidak menggelinding.

Buatlah saluran air dan pembuangan di bagian bawah drum dan berikan peneduh atau atap di atas kolam drum untuk melindungi Belut dari sengatan sinar matahari.
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Cara Pembuatan Kolam Dalam Budidaya Belut"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel