>

Pembesaran Kerapu Menggunakan Keramba Jaring Apung

Pembesaran Kerapu Menggunakan Keramba Jaring Apung
Hallo sahabat Agribisnis Agrokompleks, Pada kesempatan ini kami akan memberikan informasi tentang Pembesaran Kerapu Menggunakan Keramba Jaring Apung, mudah-mudahan isi postingan Artikel Perikanan, bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian.

Baca juga


Pembesaran Kerapu Menggunakan Keramba Jaring Apung - Pembesaran kerapu menggunakan keramba jaring apung merupakan salah satu tahapan kegiatan budidaya untuk menghasilkan ikan kerapu dengan ukuran konsumsi. 
Pembesaran Kerapu Menggunakan Keramba Jaring Apung

Kegiatan pembesaran menggunakan keramba jaring apung tersebut bertujuan untuk mendorong ikan untuk mencapai ukuran panen dengan mengutamakan kualitas dan kuantitas melalui penyedian lingkungan wadah yang terkontrol, pemberian pakan yang tepat, serta pengendalian hama dan penyakit.

Selama ini produksi ikan kerapu diperoleh dengan cara penangkapan, baik dengan kail atau dengan alat tradisional lainnya dan hasil tangkapan tersebut hanya sebagai pilihan kebutuhan dengan langsung mengkomsumsinya atau dengan menjual dipasar dalam jumlah yang kecil karena penangkapan dengan sistem ini memang sangat terbatas. 

Sedangkan akhir-akhir ini, permintaan ikan kerapu di pasar semakin meningkat dalam jumlah yang banyak, untuk itu dengan adanya pembesaran kerapu dengan menggunakan keramba jaring apung sangat cocok kalian coba untuk melakukan usaha dalam budidaya ikan kerapu. 

Nah, berikut ini kami akan memberikan informasi tahapan dalam pembesaran kerapu menggunakan keramba jaring apung.

Pembuatan Rakit

Dalam pembuatan rakit, pertama kali kalian membutuhkan bahan untuk membuat rakit berupa kayu balok atau bambu berbagai ukuran, pelampung dari styrofoam atau drum plastik, bisa juga menggunakan jerigen ukuran besar, jangkar atau bahan pemberat lainnya dan tali temali. 

Kalian juga harus membutuhkan bahan-bahan tambahan lainnya untuk rumah jaga, terdiri dari kayu balok, papan, dan seng/asbes. 

Bahan-bahan tersebut selanjutnya dibangun menjadi 1 unit rakit dengan ukuran yang sesuai dengan rencana anggaran setiap plasma.Tetapi setiap 1 unit rakit plasma sudah termasuk rumah jaga. 

Pembuatan Keramba

Pada umumnya untuk keramba yang telah siap digunakan belum tersedia di pasaran, untuk itu kalian memerlukan bahan yang tersedia biasanya masih dalam bentuk jaring polietilen dalam bentuk gulungan dengan ukuran tertentu dan sesuaikan ukuran jaring dengan ukuran ikan yang dibudidayakan atau ikan yang ditampung.

Penyediaan Benih dan Penampungan

Pada awal perkembangan usaha budidaya ikan kerapu dengan menggunakan keramba jaring apung, benih ikan kerapu yang akan dibudidayakan berasal dari alam, hal ini karena teknologi penyediaan benih secara modern dengan teknologi rekayasa belum berhasil dikembangkan, sehingga untuk memperoleh benih hanya dari alam saja.

Pemeliharaan/Pembesaran

Setelah benih kerapu sudah siap dipelihara, selanjutnya benih-benih tersebut ditebar di keramba jaring apung yang telah disediakan. 

Namun dalam penebaran juga harus diperhatikan salah satu syarat yang tidak kalah pentingnya, yaitu kepadatan awal penebaran.

Untuk kepadatan awal budidaya ikan kerapu dengan menggunakan keramba jaring apung sebanyak 50-60 ekor/m3, dengan ukuran ikan sekitar 20-50 gram/ekor, sedangkan selama pemeliharaan, masalah daya dukung perairan perlu tetap dijaga, yaitu pada batas 41,7 kg/m3, sehingga keramba tidak mengalami kelebihan beban.

Pakan dan Cara Pemberian Pakan

Pakan merupakan salah satu aspek yang memerlukan perhatian cukup besar sehingga harus direncanakan dengan matang yaitu menekan anggaran pengeluaran serendah mungkin, tetapi hasilnya tetap optimal. 

Hal ini dapat dilakukan dengan cara pemilihan jenis pakan yang tepat namun tetap mempertimbangkan kualitas nutrisi, selera ikan, dan harga yang murah. 

Kalian bisa memberikan pakan dari jenis ikan-ikan yang tidak laku di pasaran yaitu ikan-ikan yang digolongkan sebagai ikan rucah seperti ikan tembang, rebon, selar dan sejenisnya.

Kalian juga harus memperhatikan kualitas pakan dari jenis ikan rucah ini, setidaknya kalian harus memperhatikan kondisinya dalam keadaan segar, untuk itu kalian bisa menyimpan pakan tersebut dalam freezer. 

Untuk pemberian pakan yang ideal tergantung pada ukuran ikan kerapu yang dipelihara, ikan yang berukuran 20-50 gram, dapat diberikan pakan sebesar 15% per hari. 

Setelah mencapai ukuran 100 gram kalian bisa memberikan pakan sebanyak 10% per hari, dan kemudian dikurangi setiap satu bulan pemeliharaan, hingga akhirnya diberikan sebanyak 5% per hari saat ikan kerapu telah mencapai ukuran satu kg.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama yang dapat mengganggu produksi ikan kerapu terutama burung-burung pemangsa ikan. Untuk mencegah jenis hama ini, dapat dilakukan dengan cara menutup permukaan keramba jaring apung dengan jaring, sehingga burung tidak dapat langsung masuk. 

Hama lain yang mengganggu adalah ikan buntal atau ikan besar, untuk pencegahannya kalian harus mengadakan pengontrolan secara rutin, termasuk pada malam hari.

Sedangkan Penyebab-penyebab penyakit pada budidaya ikan kerapu, antara lain karena stres, organisme patogen, perubahan lingkungan, keracunan, dan kekurangan nutrisi. 

Dengan melihat penyebab tersebut kalian bisa meminimalisirkan dengan melakukan perawatan dan pengontrolan secara rutin dalam budidaya ikan kerapu serta pengendalian pakan.

Panen dan Penanganan Panen

Untuk panen kerapu dengan menggunakan keramba jaring apung, kalian bisa melihat dari benih ikan yang ditebar dengan ukuran awal yaitu 20 gram membutuhkan waktu selama tujuh bulan untuk mencapai ukuran 500 gram. 

Sedangkan untuk ikan kerapu dengan ukuran awal 50 gram memerlukan waktu hanya lima bulan untuk mencapai berat 500 gram. Ikan kerapu dengan ukuran ini, telah dapat dipanen, dan di pasaran telah dapat diperdagangkan dengan harga yang cukup tinggi.

Pelaksanaan pemanenan ikan kerapu budidaya dengan kajapung relatif lebih mudah dari pada pemanenan ikan kolam atau udang tambak yang harus dilakukan pembuangan air. 

Sedangkan di keramba jaring apung, cukup dengan cara mengangkat tepi pemberat sudut-sudut keramba jaring apung sehingga ikan mudah diambil.

Itulah informasi tentang pembesaran kerapu menggunkan keramba jaring apung, mudah-mudahan bisa bermanfaat dan menambah wawasan Anda, Selamat mencoba !
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Pembesaran Kerapu Menggunakan Keramba Jaring Apung"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel