>

Cara Budidaya Tanaman Kubis Bunga yang Baik dan Benar

Cara Budidaya Tanaman Kubis Bunga yang Baik dan Benar
Hallo sahabat Agribisnis Agrokompleks, Pada kesempatan ini kami akan memberikan informasi tentang Cara Budidaya Tanaman Kubis Bunga yang Baik dan Benar, mudah-mudahan isi postingan Artikel Pertanian, bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian.

Baca juga


Cara Budidaya Tanaman Kubis Bunga - Tanaman kubis bunga merupakan salah satu jenis sayuran yang mempunyai kandungan gizi yang sangat banyak bagi tubuh manusia. 
Cara Budidaya Tanaman Kubis Bunga

Diantara bermacam-macam jenis sayuran yang dapat dibudidayakan, tanaman kubis bunga merupakan salah satu komoditas sayuran yang memiliki nilai komersial dan prospek yang tinggi.

Prospek pengembangan budidaya kubis bunga cukup cerah. Daya tarik komoditas ini selain dapat dikembangkan di daerah tropis salah satunya Indonesia juga mempunyai nilai ekonomi dan sosial yang tinggi. Permintaan terhadap sayuran kubis bunga semakin meningkat, baik di dalam negerimaupun di luar negeri.

Kubis bunga pada umumnya ditanam di daerah yang berhawa sejuk, di dataran tinggi 1000–2000 m dpl dan bertipe iklim basah. 

Perbedaan karakteristik unsur iklim tersebut menyebabkan beberapa varietas kubis bunga tumbuh baik di lingkungan dataran tinggi (800 m dpl) dan beberapa varietas lainnya juga tumbuh pada lingkungan dataran rendah (0-200 m dpl)

Bagi kalian yang ingin melakukan budidaya tanaman kubis bunga, berikut kami memberikan informasi tentang cara budidaya tanaman kubis bunga yang baik dan benar agar mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan.

Persiapan Benih

Dalam penyiapan benih hendaknya diperhatikan agar benih yang dipilih berasal dari varietas unggul yang jelas dengan potensi hasil yang sesuai karakteristik varietas tersebut dan sehat (bebas dari serangan organisme pengganggu). 

Tingkat kemurnian benih minimal 95% dengan daya kecambah minimal 90% dan vigor yang tinggi. Selain itu varietas yang diusahakan hendaknya memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi agroklimat
setempat.

Persemaian

Sebelum benih disemai, benih direndam dulu dalam air hangat selama satu jam. Benih disebar merata pada tempat persemaiaan dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang 1:1, kemudian ditutup dengan daun pisang selama 2-3 hari. 

Bedengan diberi atap plastik trasparan untuk menghindari serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), teriknya sinar matahari dan percikan hujan . 

Setelah berumur 7-8 hari, bibit dipindahkan kedalam bumbungan daun pisang atau polibeg kecil plastik dengan media yang sama (tanah dan pupuk kandang). 

Penyiraman dilakukan setiap hari. Bibit siap ditanam di lapangan setelah berumur 3-4 minggu atau sudah memiliki empat sampai lima daun.

Penanaman

Pemindahan ke lahan (transplanting) dilakukan setelah bibit memiliki daun empat helai atau setelah berumur satu bulan sejak persemaiaan. 

Kol bunga membutuhkan banyak air terutama pada masa pertumbuhannya. Oleh karena itu, penanaman sebaiknya dilakukan pada permulaan musim hujan. Penanaman pada musim kemarau dapat dilakukan asalkan penyiramannya intensif. 

Bibit yang telah disemai ditanam dibedengan penanaman dengan jarak dalam barisan antara 45-55 cm dan jarak antar barisan kirakira 60-70 cm. 

Waktu penanaman sebaiknya sore hari agar bibit yang baru ditanaman tidak langsung terkena sinar matahari, terlebih sinar yang terik.

Pemupukan

Pemupukan adalah pemberian zat-zat makanan yang diperlukan oleh tanaman dalam proses pertumbuhan dan pembentukan hasil. Pupuk yang diberikan berdasarkan kegunaan dan umur tanaman dalam proses pertumbuhannya. 

Pemupukan dilakukan dengan cara dicorkan pada permukaan tanah. Pemupukan ini ditunjukkan untuk menopang pertumbuhan tanaman dalam pembentukan daun dan batang serta pertumbuhannya agar tidak mengalami hambatan serta agar tanaman tumbuh dengan kokoh.

Pengunaan pupuk organik pada penanaman kubis bunga dapat berpengaruh terhadap perbaikan produktivitas tanah dan tanaman. 

Pemeliharaan

Kegiatan pokok pemeliharaan tanaman diarahkan pada penyiraman, penyiangan, pendagiran, pengandalian hama penyakit dan penutupan massa bunga (curd). Penyiraman pada tanaman sangat penting untuk mendapatkan hasil yang optimal. 

Penyiraman tanaman dilakukan satu kali dalam sehari tergantung dengan kondisi lingkungannya. Setelah berumur dua minggu, tanaman dibersihkan dari gulma dan rumput liar serta dilakukan pendagiran. Pendagiran tidak perlu terlalu dalam karena dapat merusak perakaran. 

Kegiatan ini diulang pada waktu tanaman berumur 2 bulan. Penutupan massa bunga harus dilakukan untuk melindungi bunga dari sinar matahari dan hujan. Bila tidak dilakukan, biasanya bunga menjadi berbintik bintik cokelat.

Hama dan Penyakit

Pertumbuhan tanaman dan pembentukan massa bunga dapat berjalan sempurna apabila tanaman dapat terhindar dari serangan hama dan penyakit. 

Pengendalian hama dan penyakit merupakan kegiatan perlindungan tanaman yang bertujuan untuk menyelamatkan hasil dari kerusakan yang ditimbulkan oleh hama dan penyakit tersebut.

Organisme Pengganggu Tanaman khususnya hama dan penyakit merupakan salah satu faktor pembatas dalam peningkatan produksi kubis-kubisan di Indonesia. 

Misalnya saja kehilangan hasil akibat serangan hama ulat Plutella xylostella dan Crocidolomia binotalis dapat mencapai 100% bila tidak dikendalikan. 

Sementara itu kehilangan hasil akibat penyakit busuk akar (Rhizoctonia sp.) dapat mencapai 7% dan akibat penyakit bercak daun (Alternaria sp.) sebesar 11%. 

Pengendalian dilakukan dengan memilih bibit bebas penyakit, sanitasi kebun, rotasi tanaman, menghindari tanaman dari kerusakan gigitan serangga, melakukan sterilisasi media semai dan lahan kebun, pengapuran pada tanah masam dan mencabut tanaman yang terserang penyakit. 

Menggunakan jenis pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.

Panen

Umur panen tergantung dengan varietasnya, namun rata-rata kubis bunga dapat dipanen setelah 55-60 HST atau 2-3 hari setelah penutupan bunga. 

Pada saat panen kepala bunga harus mencapai besar maksimal (tergantung varietasnya dan warnanya belum berubah). 

Pemanenan sebaiknya dilakukan pagi hari untuk menghasilkan kepala bunga yang segar. Cara pemanennan, kepala bunga dipotong beserta daunnya terutama daun penutup bunga. 

Setelah dipanen, kepala bunga segera dibawa ketempat yang teduh utnuk menghindari sinar matahari langsung yang dapat menyebabkan perubahan warna menjadi kuning pucat sampai coklat kehitaman. 

Kubis bunga yang dipanen sebaiknya segera dipasarkan, apabila disimpan, sebaiknya dimasukkan ke dalam ruang pendingin bersuhu nol derajat celcius. 

Dengan suhu nol derajat celcius hasil panen kubis bunga dapat bertahan hingga 30 hari. Sedangkan dengan suhu 5 derajat celcius hanya dapat mempertahankan kesegaran kurang dari 12 hari.
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Cara Budidaya Tanaman Kubis Bunga yang Baik dan Benar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel