√ Kedudukan Filsafat Dalam Ilmu dan Pengetahuan Agroteknologi - Agribisnis Agrokompleks

Kedudukan Filsafat Dalam Ilmu dan Pengetahuan Agroteknologi

Kedudukan Filsafat Dalam Ilmu dan Pengetahuan Agroteknologi
Kedudukan Filsafat dalam Ilmu dan Pengetahuan Agroteknologi - Terkait dengan perannya dalam pengembangan ilmu dan pengetahuan. Suriasumantri (1999) menyatakan bahwa filsafat adalah pionir dan peneretas pengetahuan. 
Filsafat ilmu dalam agroteknologi

Meminjam pendapat Will Durant, beliau menyatakan bahwa filsafat dapat diibaratkan sebagai pasukan marinir yang merebut pantai untuk pendaratan pasukan infantri.  Pasukan infantri ini adalah sebagai pengetahuan yang di antaranya ilmu. Filsafatlah yang memenangkan tempat berpijak bagi kegiatan ilmuwan.

Sebab setelah itu, ilmulah yang membelah gunung dan merambah hutan, menyempurnakan kemenangan ini menjadi pengetahuan yang dapat diandalkan. Filsafat adalah induk dari ilmu Pengetahuan (mater scientiarium) yang melahirkan banyak ilmu pengetahuan yang membahas sesuai dengan apa yang telah di kaji dan diteliti didalamnya. 

Dalam hal metode dan obyek studinya, filsafat berbeda dengan ilmu Pengetahuan, ilmu Pengetahuan menyelidiki masalah dari satu bidang khusus saja, dengan selalu menggunakan metode observasi dan eksperimen dari fakta- fakta yang dapat diamati. Sementara filsafat berpikir sampai di belakang fakta-fakta yang nampak.

Dalam ilmu Pengetahuan, filsafat mempunyai kedudukan sentral, asal, atau  pokok. Karena filsafat lah yang mula-mula merupakan satu-satunya usaha manusia dibidang kerohanian untuk mencapai kebenaran atau Pengetahuan. 

Memang lambat laun beberapa ilmu-ilmu Pengetahuan itu akan melepaskan diri dari filsafat akan tetapi tidaklah berarti ilmu itu sama sekali tidak membutuhkan bantuan dari filsafat. 

Filsafat akan memberikan alternatif mana yang paling baik untuk dijadikan pegangan manusia. Pada dasarnya filsafat ilmu bertugas memberi landasan filosofi untuk memahami berbagai konsep dan teori suatu disiplin ilmu, sampai membekalkan kemampuan untuk membangun teori ilmiah. 

Secara subtantif fungsi pengembangan tersebut memperoleh pembekalan dan disiplin ilmu masing-masing agar dapat menampilkan teori subtantif.

Selanjutnya secara teknis dihadapkan dengan bentuk metodologi, pengembangan ilmu dapat mengoprasionalkan pengembangan konsep tesis, dan teori ilmiah dari disiplin ilmu masing-masing. 

Peran filsafat sangat penting artinya bagi perkembangan dan penyempurnaan pengetahuan agroteknologi. Meletakkan kerangka dasar orientasi dan visi penyelidikan ilmiah, dan menyediakan landasan-landasan ontologisme, epistimologis, dan aksiologisnya.   

Filsafat ilmu melakukan kritik terhadap asumsi dan postulat ilmiah serta analisis-kritis  dari hasil hasil penelitian di bidang agroteknologi dengan mengkaitkan istilah-istilah teknis yang berlaku dalam dunia keilmuan. 

Filsafat ilmu juga menjadi pengkritik yang sangat konstruktif terhadap system kerja dan susunan ilmu yang diperoleh dari serangkaian hasil peneltian di bidang agroteknologi. 

Dengan filsafat sikap terhadap kebenaran ilmiah dari setiap hasil penelitian sifatnya relative karena dipengaruhi oleh banyak faktor, oleh karena kebenaran mutlak itu hanya tentang adanya sang pencipta yaitu Allah, sehingga teori atau teknologi yang ditemukan dalam pengetahuan agroteknologi sifatnya dinamis atau dapat  mengalami perubahan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.


Sumber : 

Suriasumantri, J. S. 1999. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta. 384 hlm.
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Kedudukan Filsafat Dalam Ilmu dan Pengetahuan Agroteknologi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel