Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Persiapan Budidaya Lobster Air Tawar

Persiapan Budidaya Lobster Air Tawar - Setiap usaha yang akan dilakukan sebaiknya harus dipersiapkan dengan baik dan matang. Begitu juga dengan usaha budidaya atau ternak lobster. 

Persiapan Budidaya Lobster Air Tawar

Karena sejatinya usaha ini berhubungan dengan makhluk hidup sehingga harus dipersiapkan dengan baik agar lobster tidak stress atau mati. 

Untuk memulai usaha budidaya lobster sebaiknya memperhatikan dan mempersiapkan beberapa hal pokok seperti lokasi usaha yang tepat, ketersediaan sumber air yang cukup, serta ketersediaan sarana dan prasarana seperti bak, akuarium, dan peralatan pendukung Budidaya lainnya. 

Sehingga pada artikel ini saya akan mencoba menguraikan satu persatu persiapan dalam budidaya lobster air tawar sebagai berikut.

Pemilihan Lokasi

Pada dasarnya, lokasi tidak menjadi sesuatu yang mutlak diperhatikan dalam usaha budidaya lobster air tawar, terutama untuk skala usaha kecil atau rumah tangga. 

Hal ini dikarenakan usaha budidaya lobster dapat dilakukan di tempat yang tidak terlalu luas. Sehingga lobster dapat dibudidayakan di lahan-lahan kosong yang berada di sekitar tempat tinggal sahabat budidaya. 

Bahkan, halaman rumah pun bisa dijadikan sebagai lokasi usaha. Namun, jika ingin budidaya lobster air tawar untuk skala besar atau industri maka lokasi menjadi satu hal yang mutlak untuk diperhatikan.

Secara umum mendirikan usaha Budidaya lobster, baik untuk usaha pembenihan maupun usaha pembesaran sebaiknya memperhatikan faktor social ekonomi dan teknis. Beberapa faktor social ekonomi yang harus diperhatikan yaitu sebagai berikut.

Lokasi Usaha Tidak Termasuk Daerah Kawasan Industri Yang Padat

Budidaya lobster di daerah kawasan industri yang padat sebaiknya dihindari. Hal ini dikarenakan tingkat pencemaran udara akibat asap pabrik di daerah tersebut dapat menganggu perkembangan lobster. 

Selain itu, sungai di sekitar daerah kawasan industri biasanya mengandung zat-zat kimia bercun bagi lobster.

Dapat Memberikan Dampak Positif Bagi Masyarakat Di Sekitar Lokasi Usaha

Diharapkan dengan berdirinya usaha Budidaya lobster air tawar di suatu daerah, masyarakat dapat ikut merasakan manfaatnya seperti menjadi karyawan atau menjadi pemasok saranan dan prasarana usaha. 

Bahkan, masyarakat di sekitar lokasi bisa dijadikan sebagai mitra usaha atau menjadi plasma dari usaha yang didirikan.

Tersedia Sarana Dan Prasarana Yang Dapat Memperlancar Jalanya Usaha

Lokasi usaha Budidaya sebaiknya dilengkapi dengan sarana pendukung usaha seperti sarana transportasi. 

Dengan demikian, pengangkutan hasil produksi dan faktor produksi seperti bibit, pakan, dan peralatan usaha lainnya dari dan ke lokasi usaha mudah dilakukan.

Aman Dari Gangguan Luar

Lokasi usaha sebaiknya dipilih yang aman dari gangguan luar seperti pencurian dan hal-hal lain yang dapat menganggu kelancaran usaha. 

Penentuan lokasi ini sangat penting diperhatikan karena budidaya lobster merupakan usaha dengan investasi yang cukup besar.

Adapun faktor teknis yang harus diperhatikan sehubungan dengan penentuan lokasi usaha Budidaya lobster air tawar di antarannya tersedia sumber air yang cukup, baik secara kuantitas maupun kualitas. 

Dengan demikian, air dapat digunakan sewaktu-waktu tanpa harus tergatung pada musim, dan lokasi usaha harus bebas dari banjir.

Dengan memperhatikan faktor-faktor social ekonomis dan teknis diharapkan dalam menjalankan usaha nantinya tidak menghadapi hambatan. 

Kalaupun ada hambatan yang ditemui, dapat diatasi dengan baik dan cepat sehingga secara keseluruhan tidak menghambat kegiatan usaha.

Sumber Air

Air menjadi kebutuhan utama dalam Budidaya lobster. Selain itu, sebagai media internal, air juga sebagai media eksternal bagi lobster. 

Sebagai media internal, air berfungsi sebagai pengangkut bahna pakan dan memperlancar metabolism dalam tubuh lobster. Sebagai media eksternal, air berfungsi sebagai habitat lobster sehingga tanpa air, tidak mungkin lobster bisa hidup.

Lobster air tawar tentu hidup di air tawar. Beberapa sumber air tawar yang dapat digunakan untuk memelihara lobster adalah air sumur dan air pam atau air ledeng. 

Namun, kedua sumber air tersebut tidak dapat langsung digunakan, tetapi harus diolah terlebih dahulu dan disesuaikan dengan kualitas air yang sesuai untuk lobster. 

Kualiatas air dapat diketahuai dari keadaman (pH), suhu, kadar kesadahan (DH), kandungan oksigen(O2), dan kandungan karbondioksida (Co2). 

Lobster menginginkan air dengan ph 7-8 dengan suhu 20-24°c dan tingkat kesadahan air itu agak lembut, yaitu antara 10-12° dH. Sementara kandungan O2 minimal 7 ppm dan CO2 maksimal 10 ppm.

Air yang berasal dari sumber (air tanah) dapat langsung digunakan tanpa harus diolah terlebih dahulu. Namun, air pam (air ledeng) harus diuapkan selama 10-12 jam sebelum digunakan. 

Penguapan air ledeng dimaksudkan untuk mengurangi kandungan klor di dalamnya. Air dengan kandungan klor yang tinggi dapat dipastikan memiliki pH yang tinggi pula. Dengan penguapan, pH air ledeng dapat kembali mendekati normal.

Bak Pemeliharaan

Bak atau kolam pemeliharaan merupakan tempat pembudidayaan lobster air tawar. Bak digunakan untuk memelihara induk dan sebagai tempat pembesaran.

Bak dapat berbentuk segi empat atau disesuaikan dengan luas dan bentuk lahan yang tersedia. Namun, yang perlu diperhatikan dalam pembuatan bak atau kolam lobster adalah ukurannya. 

Ukuran bak yang ideal sekitar 200 cm x 50 cm. bak yang terlalu luas akan sulit mengontrolnya, terutama jika ada lobster yang moulting.

Bak untuk pemeliharaan lobster dibangun dengan bahan campuran semen dan pasir. Tebal dinding bak disesuaikan dengan besarnya. 

Yang membedakan dengan kolam ikan adalah pada bibir atas bak bagian dalam diberi kaca, porselen, atau cukup diaci dengan semen. 

Tujuanya untuk mencegah lobster kabur dari bak. Lobster air tawar terkenal dengan sifat pengembaraanya yang tinggi. 

Dengan adanya kaca atau porselen yang dipasang di bibir kolam bagian dalam, lobster tidak bisa merayap naik karena kondisi bak yang licin. 

Tinggi kaca atau porselen dari bibir atas kolam bawah cukup 20 cm. sementara dinding bagian bawah sampai dasar bak (ketinggian sampai 30 cm) diplester dengan semen. Bagian ini juga merupakan batas pengisian air.

Untuk mencegah luapan air bak dan menciptakan kondisi air yang mengalir, sebaiknya dibuat saluran pembangunan. Saluran ini dapat dipasang di dinding bak dengan cara melubangi dinding pada ketinggian 30 cm. 

Llubang pembuangan dapat pula dibuat di bagian tengah atau pinggir bak dengan cara memasang pipa pralon berdiameter 1 inci (2,5 cm) setinggi air bak. 

Namun, lubang tersebut harus ditutup dengan kawat kasa agar lobster muda tidak mudah kabur. Lubang pembuangan sebaiknya dibuat sedemikian rupa sehingga mempermudah saat pengurasan air bak. 

Sementara untuk proses pemasukan air ke dalam bak, tidak harus dibuat lubang pemasukan. Pemasukan air ke dalam kolam cukup dilakukan melalui selang yang dibentangkan di atas kolam.

Akuarium

Adapun jenis akuarium yang dibutuhakan dalam pembudidayaa lobster air tawar adalah akuarium perkawinan induk, akuarium pengeraman dan penetasan, serta akuarium pemeliharaan benih. 

Akuarium lobster dapat berbentuk persegi empat panjang atau bujur sangkar. Akuarium dibuat dari kaca dengan ketebalan kava disesuaikan dengan besar-kecilnya akuarium. 

Akuarium perkawian induk yang ideal untuk lobster air tawar dibuat dengan ukuran 100 cm x 50 cm x 45 cm. Akuarium pengeraman dan penetasan dengan ukuran 60 cm x 45 cm x 40 cm. adapun akuarium pemeliharaan benih dibuat dengan ukuran 100 cm x 70 cm x 25 cm.

Untuk mencegah lobster kabur dari akuaarium, sebaiknya di setiap bagian atas dinding atau bibir akuarium dipasang kaca dengan lebar sekitar 5-8 cm sehingga terlihat menutupi sebagian akuarium. 

Di salah satu sudut akuarium bagian atas tersebut diberi lubang sebesar selang aerator. Selain sebagai tempat masuknya selang aerator, lubang tersebut juga dimasudkan untuk mencegah lobster merayap keluar melalui selang aerator.

Pipa Paralon Dan Roster

Pipa paralon dan roster merupakan tempat persembunyian sekaligus sebagai tempat berlindung dari cahaya yang berlebihan, seperti sinar matahari. Ukuran diameter dan panjang pipa paralon disesuaikan dengan pertumnuhan lobster.

Roster bisa digunakan sebagai tempat persembunyian mempunyai kelemahan, yaitu hanya bisa digunakn untuk anakan sampai umur 3 bulan atau panjang tubuh maksimal sudah mencapai 7,5 cm. 

Kelemahan lain dari roster adalah daya tahannya yang tidak lama jika dibandingkan dengan pipa paralon. Roster juga lebih mudah pecah.

Pipa-pipa paralon yang digunakan, baik di akuarium maupun di dalam kolam, sebaiknya saling direkatkan dengan lem atau diikat dengan kawat. Jumlah pipa-pipa tersebut tidak bergerak bebas di dalam air ketika digunakan oleh lobster untuk bersembunyi.

Aerator

Peralatan Budidaya lobster yang juga harus dipersiapkan yaitu aerator. Alat ini sangat penting keberadaannya karena tanpa alat ini maka sangat mungkin lobster akan mati di dalam akuarium atau bak akibat kekurangan pasokan oksigen dari udara. 

Aerator yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan jumlah atau besar kecilnya akuarium dan aksesoris akuarium dan ikan hias.

Peralatan Pendukung Lainnya

Peralatan pendukung yang sebaiknya tersedia adalah PH tester, heater, dan selang penyedot kotoran. Alat-alat tersebut hanya sewaktu-waktu digunakan. Selang penyedot, misalnya, baru digunakan pada saat menyedot kotoran atau peragantian air.

Post a Comment for "Persiapan Budidaya Lobster Air Tawar"