>

5 Teknis Perawatan Ulat Jerman Secara Benar

5 Teknis Perawatan Ulat Jerman Secara Benar
Hallo sahabat Agribisnis Agrokompleks, Pada kesempatan ini kami akan memberikan informasi tentang 5 Teknis Perawatan Ulat Jerman Secara Benar, mudah-mudahan isi postingan Artikel Peternakan, bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian.

Baca juga


Teknis Perawatan Ulat Jerman - Sebagian besar orang, mungkin juga anda, pasti masih asing dengan ulat jerman. Padahal ulat yang satu ini bisa menjadi bisnis budidaya yang menguntungkan karena sering dicari oleh para pemelihara hewan eksotis yang membutuhkan pakan dengan nutrisi tinggi. 
5 Teknis Perawatan Ulat Jerman Secara Benar

Ulat jerman disebut juga dengan nama superworm karena ukurannya yang bisa mencapai 5 cm. Sebenarnya ulat ini hanya salah satu fase hidupnya hingga akhirnya menjadi kumbang. Harga 1 kg ulat jerman bisa mencapai 85 ribu Rupiah. Kalau anda tertarik, berikut 5 teknis perawatannya:

Persiapan Kandang

Biasanya orang akan memelihara ulat jerman dalam kotak berukuran besar untuk menampung banyak ulat jerman sekaligus. Jadi, ribuan ulat jerman akan ditumpuk dalam satu kotak. Pastinya, anda tetap harus memberikan kotak yang nyaman untuk ulat jerman. 

Kotak yang nyaman untuk ulat jerman harus terbuat dari triplek atau papan kayu. Hindari penggunaan kotak yang terbuat dari seng atau aluminium karena dapat membuat suhu di dalam kotak meningkat. 

Ulat jerman memang membutuhkan suhu yang sejuk agar bisa terus bertahan hidup. Suhu yang paling ideal untuk ulat jerman berkisar antara 27oC hingga 30oC. Beberapa penelitian juga sudah merancang sistem untuk membuat pengatur suhu otomatis bagi ulat jerman.

Ukuran kandang yang ideal untuk ulat jerman adalah 100 cm x 100 cm x 20 cm untuk ukuran panjang, lebar, dan tinggi. Namun, anda juga bisa menggunakan kotak yang lebih kecil, misalnya berukuran 40 cm x 60 cm x 12 cm. 

Ukuran kandang bukanlah faktor penting bagi ulat jerman. Namun, dengan besarnya kotak yang anda miliki, maka anda dapat menampung lebih banyak ulat jerman sehingga lebih banyak yang bisa anda jual.

Anda juga bisa memiliki lebih dari satu kandang jika ingin memiliki peternakan ulat jerman yang besar. Kandang-kandang tersebut harus anda susun pada rak kandang.

Pemilihan Bibit Ulat Jerman

Seperti hewan ternak lainnya, anda juga harus memiliki bibit ulat jerman dengan seksama. Bisa dibilang kalau penentu bisnis budidaya ulat jerman yang sukses berawal dari bibit ulat jerman yang sehat.

Ada dua hal yang bisa anda perhatikan dari ulat jerman untuk menentukan kesehatannya, yaitu ciri fisik dan perilaku ulat jerman. 

Ulat jerman yang sehat memiliki ciri fisik dengan ukuran yang seragam. Jika ada ulat jerman yang berukuran lebih kecil, maka dapat dipastikan ulat tersebut mengalami masalah pertumbuhan.

Selain itu, ulat jerman memiliki tubuh yang berwarna cokelat yang gelap. Pastikan tidak ada jamur pada tubuh bibit ulat jerman. Jamur akan membuat perubahan warna pada bibit ulat jerman. Perhatikan juga kemungkinan cacat pada bibit ulat jerman. 

Perilaku bibit ulat jerman yang sehat akan terlihat dari perilakunya yang bergerak dengan lincah dan terus menggeliat. 

Pertimbangkan juga beberapa hal sebelum membeli bibit ulat jerman, seperti mudah didapatkan karena pengiriman yang terlalu jauh akan membuat bibit ulat jerman mati dalam perjalanan dan tidak adanya gangguan penyakit pada penjual. 

Menebarkan Bibit Ulat Jerman Pada Kandang

Setelah memiliki kandang dan bibit ulat jerman, kini anda harus menyebarkannya dengan benar. Kesalahan dalam proses ini bisa membuat bibit ulat jerman mati. Alat yang perlu anda siapkan hanyalah botol kecil. 

Letakkan botol kecil pada kotak kandang yang telah anda miliki sebelumnya hingga semua bagian kotak terpenuhi. Botol kecil ini diperlukan untuk memisahkan setiap bibit ulat jerman karena mereka memiliki sifat kanibalisme. Masukkan satu bibit ulat jerman pada satu botol kecil.

Pastikan anda meletakkan bibit ulat jerman pada tempat yang tidak terkena sinar matahari, teduh, sejuk, dan jauh dari predator alami ulat jerman. Tikus bisa menjadi predator yang akan memakan ulat jerman. 

Selama 2 minggu, bibit tersebut akan berubah menjadi kepompong. Diamkan beberapa lama, kepompong tersebut akan berubah menjadi kumbang. Kumbang inilah yang akan menjadi indukan menghasilkan ulat jerman secara massal.

Membuat Kumbang Kawin

Agar bisa menghasilkan ulat jerman lagi, anda harus membuat kumbang tersebut kawin. Alat yang anda butuhkan untuk membuat kumbang kawin adalah kotak, serpihan gandum, dan suplemen yang tepat. 

Kotak dengan panjang sekitar 50 cm dan lebar 50 cm cukup ideal sebagai tempat berlangsungnya proses kawin kumbang ini. Tuangkan serpihan gandum atau polard pada kotak terserbut. Ratakan serpihan gandum yang telah anda tuang. 

Masukkan 1 kumbang jantan dan kumbang betina pada setiap kotak. Anda bisa membedakan kumbang jantan dan betina dari antena mereka. Kumbang jantan memiliki antena yang lebih panjang dibandingkan kumbang betina. 

Dalam proses perkawinan ini, anda harus memberikan pakan berupa serpihan gandum yang telah anda sebarkan sebelumnya. Berikan juga irisan wortel atau semangka.

Pantau terus dasar kotak untuk memastikan keberadaan telur. Jika sudah ada telur, keluarkan kumbang dari kotak agar tidak merusak telur. Kemudian biarkan telurnya di dalam kotak hingga menetas. Anda sudah mendapatkan ulat jerman kecil yang siap dikembangkan menjadi ulat jerman yang akan dijual. 

Lakukan proses yang sama untuk mendapatkan ulat jerman yang baru. Kumbang betina dapat kawin dengan banyak penjantan sekaligus. Pemeliharaan yang sehat juga akan membuat kumbang betina bertelur lebih banyak.

Setelah itu, anda bisa memindahkan ulat jerman pada kandang besar yang telah anda siapkan sebelumnya. 

Pemberian Pakan

Perawatan paling penting agar ulat jerman tumbuh dengan optimal adalah memberikan pakan yang tepat. Ada banyak pakan yang dapat diberikan untuk ulat jerman. Namun, pastikan tinggi protein karena ulat jerman butuh protein dalam jumlah yang banyak.

Anda dapat memberikan polard, ampas tahu, limbah jagung, dan minyak sawit. Polard memiliki protein sekitar 2,19%, ampas tahu mengandung protein sebanyak 8,4%, protein pada limbah jagung mencapai 3,2%, sedangkan minyak sawit tidak mengandung protein.

Proses pemberian pakan untuk ulat jerman adalah dengan cara menuangkan pada kotak dan ratakan begitu saja.

Selain itu, anda juga harus memberikan minum untuk ulat jerman. Ulat jerman biasanya minum dari pakan yang mengandung air, seperti semangka, wortel, papaya, atau melon. Untuk itu, berikan juga irisan buah kepada ulat jerman.

Anda juga bisa memberikan tambahan suplemen agar ulat jerman tidak gampang sakit hingga mati. Pemberian suplemen yang tepat bisa dicampur dengan pakan. Berikan setiap hari untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.

Teknis budidaya ulat jerman yang sesuai dan memiliki kualitas tepat akan menghasilkan ulat jerman yang memiliki nilai jual yang bagus.

Itulah sekilas tentang ulat jerman dan cara perawatannya yang tepat. Bagi sebagian orang, membudidayakan ulat jerman memang terkesan menjijikkan. Dengan melihat harga dan jumlah ulat jerman yang dihasilkan setiap hari, bisnis ini sangat menjanjikan. Tentunya, anda juga harus terus menjaga ulat jerman agar tetap sehat. 
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "5 Teknis Perawatan Ulat Jerman Secara Benar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel